JANTHO – Air terjun Suhom yang berada di Gampông Krueng Kala, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar dapat menjadi salah satu pilihan lokasi wisata untuk menghabiskan waktu di akhir pekan bersama keluarga atau teman-teman. Bagi yang memiliki anak kecil, tak perlu khawatir. Di lokasi air terjun tiga tingkat itu juga terdapat tempat pemandian dangkal yang aman bagi anak-anak.

Dari Kota Banda Aceh, air terjun Suhom dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua dengan jarak sekitar 75  kilometer sebelah barat Banda Aceh atau sekitar 3 km dari jalan raya antara Banda Aceh dengan Calang, Aceh Jaya dengan waktu perjalanan 1 jam. Perjalanan ke lokasi akan melalui rute Banda Aceh – Calang (Aceh Jaya), serta melewati Pantai Lampuuk, Pantai Lhoknga dan Kecamatan Leupung. 

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan dimanjakan indahnya hamparan pegunungan Paro dan Kulu yang masih sangat asri. Ditambah lagi panorama pantai yang menghembuskan semilir angin, menambah sejuk suasana.

Di beberapa titik perjalanan, pengunjung juga dapat melihat kawanan monyet yang mangkal di pinggir jalan. Tak ada salahnya sebelum ke lokasi terlebih dahulu mempersiapkan bekal buah (pisang) untuk diberikan ke monyet-monyet tersebut.

“Lokasi air terjun Suhom yang berada di antara pegunungan itu sangat pantas dijadikan salah satu tujuan wisata terbaik di Aceh. Baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Suasana yang sejuk ditambah air jernih yang tak pernah mengering sepanjang tahun itu menjadi daya tarik tersendiri,” kata Rauyani Djamil yang kerap disapa Roy, warga Lamteumen Timur, Banda Aceh kepada portalsatu.com, Senin, 31 Oktober 2016.

Roy berkunjung ke air terjun Suhom dalam rangka touring bersama teman-temannya yang tergabung dalam Yamaha Nmax Club Indonesia (YNCI) Aceh Chapter. Club tersebut dibentuk pada 29 Agustus 2016 lalu dengan 47 anggota dan terus bertambah setiap harinya di sembilan korwil.

Menurutnya, selain lokasi yang tidak sulit dijangkau, keramah-tamahan penduduk setempat menambah kearifan lokal yang ada.

“Di lokasi memang telah tersedia sejumlah fasilitas pendukung, namun masih perlu dibenahi. Seperti halnya tempat parkir, tempat ganti pakaian, mushalla, MCK dan lainnya. Lapak pedagangpun sebaiknya ditata dengan rapi, sehingga akan menarik minat wisatawan. Untuk pengamanan cukup memadai, mengingat ada penjaga yang selalu siap siaga jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada pengunjung,” kata Roy. []

Laporan Cut Islamanda