SUBULUSSALAM – Turunnya harga kelapa sawit di Kota Subulussalam berdampak pada lesunya perekonomian masyarakat di daerah itu. Menurut petani kelapa sawit, saat ini harga Tandan Buah Segar atau TBS di kalangan petani berkisar Rp 1.280-1.300 perkilogram. Dua pekan lalu harga masih Rp 1.500 perkilogram.
“Terasa sekali kalau harga sawit rendah, uang belanja dapur seminggu saja kadang tak cukup,” kata salah seorang petani di Kampung Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Rahmin Bancin, kepada portalsatu.com, Senin, 31 Oktober 2016.
Rahmin mengaku beberapa petani lainnya di Suka Makmur juga mengeluh lantaran harga TBS tak kunjung naik. Sementara harga sembilan bahan pokok di pasaran masih tergolong mahal.
“Sawit murah, harga bahan pokok di pasaran masih mahal, bagaimana nasib kami ini,” keluh pria beranak tiga ini.
Meski memiliki kebun sawit seluas dua hektare, namun hasil panen selama ini menurutnya hanya cukup membiayai kebutuhan rumah tangga. Usaha sawit merupakan mata pencarian utama mayoritas petani di sana.
“Selama ini bergantung dari usaha sawit, ketika harga naik ekonomi petani meningkat. Namun saat ini masa-masa sulit bagi kami. Kebun tidak terawat karena sawit murah,” kata petani lainnya, Ridwan.[]
Laporan Dirman Bakongan



