Oleh: Thayeb Loh Angen*
Nilai, ialah hal terpenting dalam kehidupan manusia, baik dia itu orang bijaksana ataupun bukan.
Hal yang paling utama untuk dinilai adalah, apa arti hidup ini bagi kita sendiri?
Ada yang menganggap hidup adalah perjuangan, atau persaingan, atau permasalahan, atau panggung sandiwara, atau untuk bersenang-senang, atau untuk mengabdi, dan lainnya. Apa pun yang Anda anggap apa itu arti hidup, benar, semuanya benar, dan itulah yang terjadi.
Apabila ada yang menganggap, apakah arti sebuah nama, maka sebuah nama tidak ada arti apa-apa baginya. Apabila ada yang menganggap nama sangat berarti, maka sebuah nama baginya sangatlah berarti.
Kita tidak perlu memaksakan nilai-nilai kita terhadap diri orang lain. Nilai yang baik menurut kita, sebenarnya, hanya baik bagi kita. Sementara orang lain punya nilai mereka sendiri.
Kita tidak lebih baik daripada orang lain, pendapat kita tidak lebih benar daripada pendapat orang lain.
Maka, apa arti hidup ini?
Tentang arti hidup dan kehidupan, tidak akan habis dibicarakan selama peradaban manusia masih ada.
Pencarian makna hidup dilakukan oleh siapapun yang ditakdirkan.
Nilai tentang apapun, termasuk tentang hidup yang dimiliki seseorang pun fana sebagaimana sifat dunia ini. Ia dapat berubah sewaktu-waktu.
Aku telah melihat beberapa orang yang dulunya tidak menyukai hal hal yang terhubung dengan agama. Dia bahkan merasa alergi dengannya, menganggap itu menghalangi keinginannya untuk melakukan yang disukainya.
Akan tetapi, beberapa orang itu kini telah berubah
Mereka telah menjadi seorang yang taat.
Wahai Allah yang membolak-balikkan hati, terapkanlah hati kami di dalam iman kepada-Mu.[]
*Budayawan.






