JAKARTA – Inna lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun. Mahasiswa asal Pondok Ulung, Bandar, Bener Meriah, Abdi Yoga (25), meninggal dunia akibat liver yang dideritanya. Dia mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (UNISMA) Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 1 Februari 2021, sekitar pukul 07.10 WIB, setelah sempat dirawat inap sejak Sabtu, 30 Januari 2021.

Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) memfasilitasi pemulangan jenazahnya ke Aceh yang dijadwalkan, Selasa, 2 Februari 2021.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal, S.STP., M.Si., mengatakan jenazah akan dipulang melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, sekitar pukul 12.00 WIB, menggunakan pesawat Garuda, setelah diberangkatkan dari Malang lewat jalur darat pada Senin malam.

“Insya Allah, nanti sesampainya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, akan ada ambulans yang akan menjemput dan mengantarnya hingga ke kampung halamannya,” kata Almuniza.

Almuniza mengatakan pemulangan jenazah warga Aceh dari keluarga kurang mampu di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya selalu difasilitasi Pemerintah Aceh. Karena itu juga merupakan amanah dari Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Almuniza menyebut sebelum meninggal almarhum sebenarnya sudah mengeluh sakit tersebut sekitar tiga bulan lalu. Namun, baru sekarang kambuh lagi. Dia juga mengalami diare hingga mendapat perawatan di RSI UNISMA.

Pemerintah Aceh turut menyampaikan duka cita, dan mendoakan almarhum serta keluarga yang ditinggalkan. “Semoga almarhum Abdi Yoga ditempatkan di surganya Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan selalu tabah menerima musibah ini,” ujarnya.

Sementara itu Amri Vitra, sepupu almarhum mengatakan, sebelum meninggal, almarhum sudah dalam tahap pengerjaan tugas akhir di kampusnya UNISMA.

Almarhum, tambahnya, mulai menempuh pendidikan di kota Malang sekitar tahun 2016, dengan mengambil jurusan Ilmu Hukum di Fakultas Hukum, UNISMA Malang. Dia tinggal di kos kawasan kampus bersama mahasiswa Aceh lainnya.

“Dia (almarhum) juga orangnya sangat aktif di kampus, serta organisasi mahasiswa Aceh di sana. Orangnya juga baik, dan bukan tipe orang pendiam,” kata Amri yang turut mendampingi pemulangan jenazah sepupunya.

Amri mewakili keluarga almarhum menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, karena telah memfasilitasi pemulangan jenazah saudara sepupunya ke Aceh.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah memfasilitasi dan mengantar jenazah almarhum ke Aceh. Mudah-mudahan ini menjadi amal yang baik,” ujarnya.[]adv