SUBULUSSALAM – Kepala SMPN 3 Penanggalan, H. Muhammad Saleh Pohon, S Pd I, MM mengklarifikasi tudingan oknum guru kontrak berinisial Arm yang diduga melakukan pencemaran nama baik sekolah.

Pak Saleh panggilan akrabnya, mengatakan, Arm telah menyampaikan informasi bohong kepada masyarakat, menyebutkan pihak sekolah tidak memberikan jam mengajar kepada dirinya.

Tudingan itu, kata Saleh, tidak benar melainkan Arm yang tidak memiliki cukup waktu mengajar di SMPN3 Penanggalan, karena yang bersangkutan juga sebagai guru dan bendahara di salah satu sekolah swasta di wilayah Kecamatan Simpang Kiri.

“Kami perlu mengklarifikasi berita yang telah disampaikan Arm kepada salah satu media baru-baru ini. Karena ini menyangkut nama baik sekolah kami,” kata Kepala SMPN 3 Penanggalan, H. Muhammad Saleh Pohon, S Pd I, MM didampingi sejumlah guru  kepada portalsatu.com/, Sabtu 7 April 2018.

Ia menjelaskan, berdasarkan SK guru kontrak dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Subulussalam per 5 Juli 2017, Arm ditugaskan di SMPN 3 Penanggalan. 

Namun yang bersangkutan baru datang dan melapor ke sekolah pada 14 Agustus 2017 atau sebulan setelah proses belajar mengajar berlangsung dan pembagian jam mengajar telah selesai. Arm yang seharusnya mengajar bahasa Inggris di SMPN3 Penanggalan terpaksa digantikan guru lain.

“Pada 14 Agustus 2017 dia datang, saya tanya apakah punya waktu selama 6 hari untuk mengajar di sekolah ini. Dia tidak punya cukup waktu karena juga mengajar di sekolah lain,” kata Saleh.

Untuk mengisi kekosongan guru bahasa Inggris, diambil sebuah kesempatan bersama melibatkan Arm, kepala sekolah, wakil kurikulum Bobi Berampu dan guru pengganti Sayuti Banurea.

“Dia bilang waktu itu, kalau ada guru pengganti ya sudah lanjut saja. Dengan catatan SK Arm tetap di SMPN3 Penanggalan dan mohon dibantu jika ada keperluan administrasi,” kata M Saleh mengingat ucapan Arm beberapa waktu lalu.

Karena tidak penuh mengajar selama setahun, honor Arm hanya dibayar oleh Disdikbud dari Januari sampai Juni 2017 sebesar Rp2.100 ribu, karena yang bersangkutan sebelumnya juga mengajar di sekolah swasta. 

Sementara dari Juli sampai Desember 2017 honor diserahkan kepada guru bahasa Inggris pengganti sebanyak Rp2.100 ribu. 

“Honor dia bukan dipotong, tapi sudah disalurkan Januari sampai Juni. Juli sampai Desember yang mengajar bahasa Inggris guru pengganti, honor diberikan sama dia,” pungkas M Saleh.

Karena itu M Saleh meminta Arm supaya mengklarifikasi berita bohong yang pernah air sampaikan ke salah satu media karena itu merusak nama baik sekolah.

“Jika ia tidak meluruskan informasi sesuai fakta dan minta maaf, maka pihak sekolah akan menempuh jalur hukum karena ini pencernaan nama baik,” ujarnya.

Sementara Arm belum berhasil dikonfirmasi portalsatu.com/ karena yang bersangkutan tidak bersedia mengangkat telepon, begitu pesan singkat tidak dibalas hingga berita ini dikirim sekitar pukul 13:15 WIB.[]