Mimbar Penyair dan Menerbitkan Kembali Majalah The Atjeh

Oleh: Thayeb Loh Angen
Penyair dari Sumatra

Peluncuran Mimbar Penyair telah dilaksanakan di Rumah Ruisi Din Saja, Banda Aceh, Sabtu, 5 Agustus 2023. Acara tersebut berhasil dan lebih baik dari yang diasakan. Para penyair yang menghadirinya pun membaca puisi dengan penuh semangat secara sukarela.

Semua terjadilah karena izin Allah dan para hadirin dan perjuangan para panitia, yaitu Din Saja (Pembina Rumah Puisi Din Saja), Chairiyan Ramli (Ketua Majelis Seniman Aceh). Juga Muhammad (Muhrain, Sekretaris Rumah Puisi Din Saja), Adek Hanafi Lataikam (teaterawan). Dan, terutama donatur utama acara itu adalah Fahmi, Pemilik AMD Kopi Premium, serta Thayeb Loh Angen sendiri sebagai pemilik program Mimbar Penyair.

Setelah diluncurkan di Rumah Puisi Din Saja, Mimbar Penyair mendapatkan sambutan yang bersahabat dari para handai taulaun daripada berbagai kalangan.

Setelah acara, pemilik program Mimbar Penyair, Thayeb Loh Angen menghubungi handai taulan dari berbagai kalangan untuk bekerja sama membuat Mimbar Penyair di wilayah masing-masing di kemudian waktu.

Pihak yang telah diajak kerja sama di antaranya adalah kalangan para wartawan atau jurnalis. Thayeb Loh Angen telah menghubungi Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Aceh, Nasir Nurdin, untuk bekerja sama antara PWI Aceh dan Majelis Seniman Aceh (MaSA), portalsatu.com/, KPAB (Komite Perempuan Aceh Bangkit), membuat acara Mimbar Penyair.

Wartawan senior Nasir Nurdin pun setuju, hanya belum bisa langsung dilaksanakan karena beberapa hal.

Ketua KPAB, Nurul Akmal, yang menghadiri acara peluncuran Mimbar Penyair, telah menjadwalkan acara Mimbar Penyair di pantai Barat Selatan Aceh, bekerja sama KPAB, Majelis Seniman Aceh, dan Dinas Kebudayaan di Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Selatan, yang penutupannya di Kota Subulussalam. Acara tersebut memungkinkan dilaksanakan pada 21 September 2023, bertepatan Hari Perdamaian Internasional.

Thayeb Loh Angen menghubungi sastrawan Batam asal Aceh, Yanis Alfata, mencari cara supaya Mimbar Penyair dapat dilaksanakan di Kota Batam dan Kepulauan Riau (Kepri). Bekerja sama antara Majelis Seniman Aceh, PWI Kota Batam, Komunitas Rumaitam, KPAB, LAM, dan Permasa (Perkumpulan Masyarakat Aceh) Kota Batam dan Kepri, portalsatu.com/-Majalah ATRA.

Yanis Alfata mengatakan, mengajak PWI Batam untuk acara Mimbar Penyair merupakan hal yang tepat, karena beberapa anggota PWI Batam adalah penyair. Acara Mimbar Penyair di Kota Batam, rencana dilaksanakan pada awal Desember 2023.

Thayeb Loh Angen juga menghubungi senior sastrawan (penyair, novelis, cerpenis), Ayi Jufridar dan senior jurnalis di Lhokseumawe, yang dulu Ketua AJI Lhokseumawe. Ketua AJI Lhokseumawe sekarang adalah Irmansyah, redaktur pelaksana media siber portalsatu.com/. Thayeb Loh Angen dan Ayi Jurfidar akan mengajak Irmansyah supaya AJI Kota Lhokseumawe.

Ayi Jufridar menyarankan Mimbar Penyair dilaksanakan di Aula Multipurpose RRI Lhokseumawe. Dalam hal ini, akan bekerja sama antara Majelis Seniman Aceh, AJI Lhokseumawe, portalsatu.com/, KPAB, dan RRI Lhokseumawe. Ada kemungkinan, acara Mimbar Penyair di Kota Lhokseumawe diadakan pada Oktober 2023.

Sementara acara Mimbar Penyair di Rangkang Seni jauhari (RSJ) Indrapuri, Aceh Besar, yang disebutkan pada peluncuran, dibatalkan karena tempatnya belum siap dibangun dan hal lainnya.

Dengan jejaring yang ada sampai tulisan ini disiarkan, maka Mimbar Penyair memungkinkan dilakukan dengan bekerja sama antara Majelis Seniman Aceh dengan KPAB, PWI Aceh, PWI Subulussalam, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, AJI Lhokseumawe, PWI Bireuen, PWI Gayo Lues, PWI Batam, LAM (Lembaga Adat Melayu) Batam, portalsatu.com/.

Jika memungkinkan, dalam tahun 2023, acara Mimbar Penyair dilaksanakan kembali di beberapa tempat. Selain di Banda Aceh, dilaksanakan pula di Kota Subulussalam dan beberapa kota di pantai barat selatan Aceh. Dilaksanakan pula di Kota Batam, Lhokseumawe, Blangkejeren, dan tempat lainnya di kemudian hari, seperti Medan, Padangpanjang, Banten, dan Jakarta, serta kota-kota lainnya.

Sementara pada tahun 2024, selain melanjutkan di kota-kota di Sumatra dan Pulau Jawa, acara Mimbar Penyair mungkin dapat dilaksanakan di luar negeri, di negeri terdekat, yaitu seperti di Singapura, Penang Malaysia, Patani Thailand Selatan, Myanmar, Bangladesh, Tamil Nadu India, Srilanka, Maladewa.

Mengajak handai taulan para wartawan atau jurnalis untuk acara Mimbar Penyair merupakan sudah sepatutnya. Penyair atau seniman berkarya dan karyanya mampu mengilhami banyak orang, sementara para wartawan berkarya dan karyanya memperngaruhi pandangan (opini/pendapat) banyak orang. Ini adalah dua pilar bangsa yang penting dalam membangun peradaban bangsa. Hal tersebut penting untuk ketahanan budaya bangsa dan negara.

Majalah The Atjeh

Pada 11 Agustus 2023, ketika membicangkan program Mimbar Penyair dengan Thayeb Loh Angen, Taqiyuddin Muhammad menyarankan supaya dibuat majalah budaya. Thayeb Loh Angen setuju. Setelah itu teringat kembali bahwa portalsatu.com/ pernah menerbitkan majalah ATRA pada tahun 2015.

Beberapa hari setelahnya Ihan Nurdin mengtakan, bahwa majalah ATRA itu cuma sekali diterbitkan untuk coba-coba. Sementara majalah yang dimaksudkan adalah majalah The Atjeh terbitan perusahaan penerbit atjehpost.com–sebuah media siber yang setelah penerbitannya dihentikan paksa, para awak redaksinya mendirikan portalsatu.com/. Majalah The Atjeh terbit pertama kali pada akhir tahun 2013.

Keesokan harinya, Thayeb Loh Angen menjumpai Djamal Sharief, membincangkan rencana menerbitkan majalah seni. Djalam Sharief menyambut baik dan menyarankan juga menyertakan karya anak sekolah menengah di dalam majalah seni tersebut.

Thayeb Loh Angen menjumpai lagi Taqiyuddin Muhammad tentang perbincangan dengan Djamal Sharief. Maka disepakati akan menerbitkan majalah seni dan hall-hal yang berdekatan dengannya.

Di antara rubrik pada edisi awal, yaitu: cerita pendek, dongeng, puisi, fotografi, esai telaah karya sastera, esai telaah karya seni, telaah manuskrip, sastera berbahasa Aceh, karya pelajar berupa puisi dan cerita pendek, sejarah, panorama.

Setelah pertemuan tersebut, Thayeb Loh Angen memutuskan akan menerbitkan majalah kembali dengan isinya diganti, menjadi Majalah Seni.

Pada 17 Agustus 2023, Thayeb Loh Angen menjumpai Nurlis Effendi (Nurlis E. Meuko), pemilik majalah The Atjeh. Thayeb Loh Angen meminta Nurlis Effendi dalam hal mengurus dan menerbitkan majalah.

Hal yang tidak diduga sebelumnya, selain bersedia membantu, bahkan Nurlis Effendi mengizinkan majalah The Atjeh diterbitkan kembali oleh Thayeb Loh Angen melalui PT Portal Media Utama (penerbit portalsatu.com/). Isi majalah disesuaikan dengan rencana baru, yaitu menjadi majalah seni, sejarah, budaya, paronama.

DEWAN REDAKSI MAJALAH THE ATJEH

Pemimpin Redaksi: Thayeb Loh Angen

Penasehat Redaksi:
Taqiyuddin Muhammad, Musmarwan Abdullah, (Pengurus utama redaksi portalsatu.com/: Juli Amin, Irmansyah, Iskandar Norman).

Redaktur Pelaksana: Salman Yoga S
Wakil Redaktur Pelaksana: Djamal Sharief

Redaktur:
Djamal Sharief (Puisi)
Herman RN (Esai telaah karya sastera)
Ihan Nurdin (Cerita pendek)
Irfan M Nur (Fotografi)
Masykur Syafruddin (Manusrip)
Medya Hus (Sastera bahasa Aceh)
Vera Hastuti (Cerita pendek karya pelajar)
Zuliana Ibrahim (Puisi karya pelajar)
Nanda Winar Sagita (Esai telaah karya film)

Tentang The ATJEH

The ATJEH adalah majalah yang diterbitkan oleh PT The Atjeh Post (Penerbit atjehpost.com). Setelah terbit sebanyak beberapa edisi pada tahun 2013, kemudian berhenti. Sekarang diterbitkan kembali atas nama PT Portal Media Utama (Penerbit portalsatu.com/).

Pada Agustus 2023, The ATJEH dihidupkan kembali dengan mengambil tema seni, budaya, sejarah, paronama.

Direncanakan, dalam tahun 2023, Majalah The ATJEH, dapat diterbitkan sebulan sekali, dimulai pada September dan Oktober 2023, sebelum acara PKA (Pekan Kebudayaan Aceh) ke-8.

Niscaya demikianlah kiranya, semoga di masa hadapan, sejak Oktober 2023, acara Mimbar Penyair dilaksanakan setiap hari bulan pada acara peluncuran Majalah The ATJEH setiap edisinya. Tentu, dimaklumkan kiranya tatkala Mimbar Penyair dilaksanakan pula pada tempat dan waktu lain sesuai peristiwa yang dikaryakan.

Banda Aceh, 15 Agustus 2023.

Thayeb Loh Angen
Penyair dari Sumatra.[]

(Tulisan ini telah diperbaharui pada 18 Agustus 2023)