LHOKSEUMAWE – Gerhana matahari bukanlah objek wisata atau sesuatu yang harus disambut dengan ria. Sebaiknya ucapkan zikir dan doa saat melihat gerhana tersebut.
Hal itu dikatakan Ery Juwita, 22 tahun, mahasiswi Tata Niaga, Prodi Keuangan Perbankan Syariah di Politeknik Lhokseumawe kepada portalsatu.com, Rabu, 9 Maret 2016. Mahasiswi cantik sekaligus model dan bintang video klip Aceh ini mengaku baru pertama kali melihat gerhana matahari.
“Awalnya sempat merasa was-was dan sedikit takut membayangkan gerhana matahari itu seperti apa. Terlebih kata orang tua, zaman dulu suasana gelap gulita saat gerhana matahari terjadi,” ujar Ery.
Ery menyebutkan, tadi pagi dirinya memang tidak ikut melaksanakan salat sunat gerhana matahari. “Saya sempat melihat saat gerhana itu terjadi meski tidak total. Saya hanya melihat bersama keluarga di halaman rumah. Tidak ada persiapan khusus, hanya mengucap doa memohon perlindungan dari Allah swt. Ini salah satu kebesaran Allah yang luar biasa, sebagai manusia kita tidak boleh menganggap remeh,” ucapnya.
Ia mengaku sempat mem-browsing beberapa artikel Islam di internet terkait gerhana matahari. Bahkan Rasulullah bersabda, “Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Dengan keduanya, Allah memberikan peringatan kepada hamba-hamba-Nya. Keduanya tidak akan mengalami gerhana hanya karena kematian seseorang atau terlahirnya seseorang. Jika kalian mendapatkan gerhana, maka segera tegakkanlah salat. Dan jangan sesekali menyambut gerhana matahari dengan senang/gembira karena gerhana matahari bukan saat untuk berpesta”.
Bagi Ery, dengan membaca tulisan Islam tentang gerhana, ia jadi tahu bahwa gerhana bukan sebuah wisata, tetapi merupakan sebuah peringatan kepada manusia.[] (*sar)

