SUBULUSSALAM – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam menyerahkan sertifikat petanda Tahfidzul 5 Juz kepada santri dan santriwati Pondok Pesantren Ulumul Qur'an Mardatillah yang mengikuti program tasmi'.
Sertifikat tersebut sebagai bentuk apresiasi dan dukungan dari MPD Kota Subulussalam sekaligus memberikan motivasi bagi santri dan santriwati agar terus berlajar mengejar Tahfidzul 30 Juz.
Ketua MPD Kota Subulussalam Jaminuddin Berutu mengatakan, para santri dan santriwati Ponpes Ulumul Qur'an Mardatillah setelah menyelesaikan pendidikan tingkat Madrasah Aliyah, MPD akan merekomendasikan mereka masuk Universitas melalui program KIP kuliah, Bidikmisi, gratis kuliah hingga sampai sarjana.
“Termasuk gratis uang makan, maka teruslah belajar anak-anak kami agar mencapai Tahfidzul 30 Juz,” kata Jaminuddin pada saat penyerahan sertifikat Tahfidzul 5 Juz di Ponpes Ulumul Qur'an Mardatillah, Sabtu 2 Januari 2021 malam .

Pimpinan Ponpes Ulumul Qur'an Mardatillah, Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Tgk Amiruddin Zulfarsi, S. TH kepada portalsatu.com/, Senin, 4 Januari 2021 menjelaskan program Tasmi' merupakan kegiatan rutin bulanan Ponpes Ulumul Qur'an Mardatillah.
Di mana program ini merupakan tanggungjawab secara akademik bagi santri dan santriwati yang mengambil konsentrasi tahfizh untuk mencapai hafalan alqur'an dengan mutqin (kuat dan lancar 30 juz).
“Program tasmi' adalah untuk menjembatani santri agar menyiapkan hafalannya meraih hafalan 30 juz yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan pembimbing dan penguji,” ungkap Tgk Zulfarsi.
Ponpes Ulumul Qur'an Mardatillah binaan H. Darwis Chaniago, S. Pd.I ini baru saja menggelar program tasmi' diikuti 12 santri pada Sabtu malam kemarin. Sedangkan bulan lalu, jumlah peserta tasmi' 15 santri menyetorkan hafalan 5 Juz secara akademik dan mutqin di hadapan pembimbing dan penguji yang berlangsung selama 1×24 jam.
“Para wali santri yang anaknya sebagai peserta tasmi' dan juga para pengurus pengajian dan pemuda Tangga Besi juga ikut hadir, menyaksikan program tasmi'tersebut. Banyak orang tua menteskan air mata merasa terharu ketika melihat anaknya mampu menghafal Alquran 5 juz,” ucap Tgk Zulfarsi.
Program ini merupakan persiapan santri tahfizh untuk meraih syahadah tahfizh agar mampu menghafal nantinya membaca 30 juz bil ghaib (tanpa melihat) dalam 1×24 jam sebagai proses akhir pertanggungjawaban menghafal alquran.
Mudah-mudahan melalui program tasmi' ini mampu melahirkan puluhan bahkan ratusan generasi muda di Bumi Syekh Hamzah Fansuri, menjadi generasi Tahfidzul 30 juz, cikal bakal menuju Subulussalam sebagai kota santri, yang saat ini sedang digaungkan Pemerintah Kota Subulussalam di bawah kepemimpinan H. Affan Alfian Bintang bersama Wakil Wali Kota Drs. Salmaza.[]




