SUBULUSSALAM – Kota Subulussalam yang merupakan daerah paling bungsu di Aceh, tentunya masih banyak perlu dibenahi termasuk peningkatan kapasitas SDM berkualitas dan mumpuni.
Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam, Jaminuddin, dalam siaran persnya kepada portalsatu.com/, Rabu, 7 Oktober 2020, mengatakan dalam kurun waktu enam tahun terakhir sekitar 2.500 alumni SMA, SMK dan MA termasuk pondok pesantren telah direkomendasi untuk masuk perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, dalam dan luar daerah, termasuk luar negeri melalui program beasiswa seperti Bidikmisi, BPSDM, yayasan, donatur, biaya sendiri dan lainnya.
Melihat tingginya minat masyarakat Kota Subulussalam untuk melanjutkan pendidikan tinggi, maka MPD Kota Subulussalam mengembangkan sayapnya untuk menjajaki kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan lembaga di Turki.
Menurut Jaminuddin, peluang ini dilirik karena para alumni pondok pesantren di Kota Subulussalam sangat berminat untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, mengingat biaya kuliah masih terjangkau dan malahan lebih rendah dari biaya kuliah di Indonesia termasuk biaya hidup dan tempat tinggal juga ringan.
Untuk mendapat peluang tersebut, salah satu komisioner MPD Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Rahmawati Aida Putri, S. E.Ak., akrab disapa Ummi diutus ke Turki. Ummi bertolak ke Turki pada 6 Oktober 2020, sekitar pukul 16:00 WIB, melalui Bandara Kualanamu ke Bandara Sukarno-Hatta dan seterusnya ke Turki.
Pelepasan tersebut didampingi Hartika Yusman, S.S., dan Rusdi, S.H., S.Sos. (Komisioner MPD), serta Siti Aminah, Sekretaris MPD Kota Subulussalam.
Jaminuddin berharap perjalanan Ummi ke Turki membuahkan hasil bagi masyarakat Kota Subulussalam, sehingga pada tahun 2021 mendatang, para alumni pondok pesantren yang mau berangkat melanjutkan pendidikan tinggi di Turki bisa terbantu relasi yang dipercaya serta kampus berkualitas.
“Sehingga SDM Kota Subulussalam 10 tahun mendatang harus lebih baik dan lebih berkualitas supaya bumi Syekh Hamzah Fansury benar-benar menjadi Kota Santri. Selain itu kepada Ummi kami berpesan, bukan hanya memfasilitasi calon mahasiswa dari Kota Subulussalam, tapi juga Aceh Singkil bumi Syekh Abdurrauf As-Singkily dan Aceh serta Indonesia pada umumnya, dan MPD ini bukan hanya bermanfaat untuk Kota Subulussalam tapi termasuk daerah lain,” pungkas Jaminuddin.[](rilis)



