ACEH UTARA – Warga Gampong Buket Makarti, Kecamatan Tanah Luas, mengeluhkan jembatan rangka baja yang ambruk akibat dihantam banjir akhir tahun 2020 lalu, hingga kini belum dibangun kembali sebagai salah satu akses penghubung Dusun Leubok Klit, Gampong Bare Blang, Kecamatan Meurah Mulia, dan Gampong Buket Makarti, Tanah Luas, dengan Gampong Darussalam, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara.

Warga Gampong Buket Makarti, Kecamatan Tanah Luas, Kamaruddin, kepada wartawan, Sabtu, 25 Februari 2023, mengatakan jembatan menghubungkan Kecamatan Meurah Mulia, Tanah Luas, dan Geureudong Pase, itu rusak total sejak dua tahun lalu akibat diterjang banjir. Namun, sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dibangun jembatan baru. Padahal, jembatan tersebut salah satu akses bagi warga Gampong Buket Makarti maupun Gampong Bare Blang menuju Geureudong Pase untuk berbagai keperluan.

"Karena belum dibangun jembatan itu, masyarakat terpaksa menyeberang Krueng Pase menggunakan rakit dari Dusun Leubok Klit, Gampong Bare Blang, Kecamatan Meurah Mulia ke Geureudong Pase. Naik rakit itu harus bayar Rp15 ribu perorang," kata Kamaruddin yang juga Ketua Pemuda Gampong Buket Makarti.

Kamaruddin menyebut kondisi tersebut sangat menghambat aktivitas warga. "Apalagi ketika ada orang sakit sangat terkendala untuk akses penyeberangan. Kalau sedang banjir atau debit air sungai tinggi sama sekali tidak bisa naik rakit, harus menunggu air surut," ujarnya.

"Saat kita membutuhkan pelayanan kesehatan harus ke Ibu Kota Kecamatan Geureudong Pase, karena lebih dekat dibandingkan ke pusat Kecamatan Tanah Luas. Begitu juga untuk berbagai keperluan lainnya. Maka selama ini kita terpaksa gunakan rakit yang disediakan warga lainnya," ungkap Kamaruddin didampingi Keuchik Gampong Buket Makarti, T. Syamsul Rizal.

Masyarakat setempat berharap pemerintah secepatnya membangun kembali jembatan itu. "Lagi pula di lokasi ini sudah tidak ada lagi besi atau rangka baja bekas jembatan yang ambruk diterjang banjir tersebut. Berdasarkan informasi kita peroleh itu sudah diambil pihak pemerintah. Jembatan ini sudah ada sejak tahun 1991, rusak total pada 2020 akibat dihantam banjir," ujar Kamaruddin.

Kepala Dinas PUPR Aceh Utara, Edi Anwar, S.T., melalui Kepala Bidang Bina Marga, Dr. Muhammad, S.T., M.T., dikonfirmasi portalsatu.com/, via WhatsApp, terkait tindak lanjut pembangunan jembatan penghubung antarkecamatan itu belum merespons.[]