BANDA ACEH – Politisi PKS, Nasir Djamil, mengatakan Aceh sebelumnya ibarat sapi perah pada masa Orde Baru. Daerah ini disebutnya hanya dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi Pusat.
Aceh bergejolak menuntut pemisahan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena apa? Karena Orde Baru itu memeras Aceh, jadi Aceh seperti sapi perah sampai sapinya kurus tidak dikasih makan, kata M. Nasir Djamil dalam diskusi yang digelar HMI BADKO Aceh, di Black & White Coffee, Kamis, 9 Maret 2017.
Dia menilai Aceh hanya menjadi aset untuk kepentingan pemerintahan Orde Baru. Hal ini pula yang kemudian munculnya pemberontakan karena sumber daya alam daerah tidak dirasakan manfaatnya oleh putra putri Aceh.
Bagi Orde Baru ini adalah aset, karena itu ketika ada kelompok-kelompok bersenjata yang ingin mengganggu aset mereka, mereka tumpas, katanya lagi.
Nasir Djamil turut mengistilahkan hubungan Aceh dengan Jakarta seumpama gelang karet. Terkadang lentur, dan tak jarang tegang sesuai kondisi yang terjadi.
Itulah fase hubungan antara Aceh dan Jakarta, persis seperti gelang karet, kadang lentur, kadang tegang, kata M. Nasir Djamil, yang saat ini tercatat sebagai Anggota DPR RI.[]


