SIGLI – Wakil Gubernur Aceh terpilih, Nova Iriansyah dan Bupati Pidie terpilih, Roni Ahmad (Abusyik) membahas bagaimana cara membangun Pidie di masa depan. Pembicaraan ini berlangsung dalam diskusi ringan yang digelar DPC Partai Demokrat Pidie, di Horas Coffee, jalan Banda Aceh-Medan, Pidie, Senin, 13 Juni 2017.
Abusyik menanyakan sikap kepemimpinan Irwandi-Nova yang menolak proposal. Dia juga mempertanyakan kesediaan Nova untuk membantu Pidie di tahun pertama. Selain itu, Abusyik turut mempertanyakan program apa yang akan dilakukan Irwandi-Nova untuk Pidie.
Pertanyaan tersebut diajukan Abusyik setelah beberapa peserta bertanya padanya cara membangun pariwisata Pidie, penempatan SKPK yang profesional, dan musyarawarah rencana pembangunan (musrenbang). Mengenai hal ini, Abusyik menyebutkan akan membangun pariwisata Pidie yang bersyariat.
“(Kita akan) menempatkan posisi SKPK yang sesuai, dan kami belum ada program. Saya akan turun ke desa-desa, melihat permasalahan di desa, dan kebutuhan desa itulah program pertama kami,” kata Abusyik menjawab pertanyaan peserta.
Sementara Nova menanggapi pertanyaan Abusyik dengan menyebutkan program mereka membangun Pidie dari desa. Program ini disebut sesuai dengan apa yang bakal dilakukan Pidie di bawah kepemimpinan Abusyik. Sementara kebijakan lain yang bakal dilaksanakan pemerintahan Irwandi-Nova adalah mengembalikan Pidie sebagai daerah pertanian.
“Di Pidie beras surplus, itu harus dipertahankan. Beras Tangse sangat terkenal. Sekarang beras-beras itu dikirim ke Medan untuk diputihkan, lantas dikirim lagi ke Pidie dengan harga mahal. Jadi perlu membangun pabrik pemutih padi,” kata Nova Iriansyah.
Nova juga sepakat soal membangun pariwisata religi dan ziarah. Termasuk wisata ke dayah, karena menurutnya dayah di Aceh sangat khas.
“Untuk membangun wisata dayah perlu ada tindakan sederhana dulu, seperti memperbaiki sanitasi dayah dan tentu harus bersih, supaya pengunjung merasa nyaman. Namun begitu perlu ada diskusi instensif antara Pemkab Pidie dengan Pemerintah Aceh nanti,” ujar Nova.
Diskusi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR Aceh H. Dalimi, Anggota DPR Aceh Alaidin Abu Abbas, Sekretaris DPD Partai Demokrat Iqbal Farabi, Ketua DPC Partai Demokrat Pidie Muhammad Ali, tokoh masyarakat Pidie, mahasiswa, dan pemuda.[]


