Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNewsNovel Baswedan Sebut...

Novel Baswedan Sebut Mafia Pangan Merajalela, Dibiarkan Oleh Pemerintah

JAKARTA – Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut sektor pangan rentan menjadi sasaran tindak pidana korupsi. Menurut dia, pemerintah seolah cuek dan membiarkan para mafia pangan ini terus bermain dan merugikan keuangan negara.

“Saya mendapatkan informasi dan fakta, sektor pangan kerap dikorupsi dalam jumlah yang besar. Setiap bahan makanan tak lepas dari jejaring mafia,” ujar Novel di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1).

Menurut Novel, lantaran pemerintah membiarkan mafia pangan ini merajalela, penegak hukum yang seharusnya mengungkap masalah ini malah ikutan terlibat dan turut menikmati uang haram dari sektor pangan.

“Berbicara secara real, korupsi yang sekarang ini jauh lebih sistematis. (Mafia pangan) ini terkesan (oleh pemerintah) seolah tidak ada. Pemerintah seolah tidak berkepentingan sama sekali untuk memberantas mafia ini,” kata dia.

Menurut Novel, ada beberapa penyelenggara negara dan penegak hukum yang selalu tertarik dengan uang dengan jumlah yang sangat besar. Ketertarikan dengan uang dengan jumlah besar itu yang menjadi pintu masuk tindak pidana.

“Semua jenis korupsi terkait dengan uang yang jumlahnya besar. Aparat-aparat tertentu tertarik dengan jumlah yang besar. Yang dirugikan masyarakat dan keuangan negara,” kata dia.

Novel mengatakan, dirinya dan penyidik lain di KPK tengah berusaha mengungkap para mafia pangan ini untuk dijebloskan ke dalam jeruji besi.

“Kami di KPK berusaha mengungkap mafia ini, kenapa? Karena kita punya hati nurani, kita menjunjung tinggi nasionalisme, kita ingin Indonesia semakin baik. Tapi ternyata orang-orang yang berjuang itu malah diburu, diserang, ini yang luar biasa,” kata Novel.

Reporter: Fachrur Rozie.[]Sumber: merdeka.com/liputan6.com

Baca juga: