ACEH UTARA – Nurul Akmal meraih medali emas untuk Aceh di Cabor Angkat Besi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, dan sempat tampil di Oilimpiade Tokyo 2020 mencatatkan rekor angkat besi kelas +87 Kg putri. Dia pulang ke kampung halamannya, Gampong Serbajaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, di-peusijuek dan ikut merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Nurul tiba di rumahnya, Ahad, 17 Oktober 2021, dini hari. Dia pulang kampung untuk bertemu kedua orang tuanya dan sekaligus menggelar syukuran bersama sanak keluarganya setelah meraih sederet prestasi tingkat daerah, nasional hingga internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Tepat pada 12 Rabiul Awwal peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Nurul Akmal akrab disapa Amel di-peusijuek (tepung tawar) secara adat Aceh di rumahnya, Selasa, 19 Oktober 2021.
Untuk menuju rumah Nurul, dari Keude Simpang Rangkaya, Kecamatan Tanah Luas harus menempuh perjalanan jsekitar 8 kilometer.
“Silakan masuk. Mohon maaf, kondisi di dalam rumah sedikit berantakan, karena kami sedang mempersiapkan kenduri maulid untuk dibawa ke meunasah,” kata Hasballah (54), ayah kandung Nurul saat menyambut para wartawan.
Pantauan portalsatu.com/, sekitar pukul 10.30 WIB sebelum prosesi peusijuek, Nurul bersama keluarganya terlihat menyiapkan kenduri untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kenduri dimasukkan dalam dalung dibawa ke meunasah (surau) Gampong Serbajaman Tunong.
Tidak lama kemudian, Nurul menyapa para jurnalis di ruangan tamu rumahnya. Dia mengenakan baju kebaya warna silver, jilbab hitam, dan memakai masker putih.
“Tadi saya beres-beres di dapur sebentar bersama keluarga, ada teman-teman juga. Hari ini (Selasa) kan menyambut Maulid Nabi. Alhamdulillah, setiba saya di rumah bersamaan perayaan maulid atau 12 Rabiul Awwal,” ujar Nurul.
Sambil berbincang santai, Nurul menunjukkan sejumlah piagam penghargaan sebagai tanda prestasi telah diraih di tingkat daerah, nasional, dan internasional, yang dipajang pada dinding rumah berkonstruksi permanen itu.
“Itu sejumlah juara angkat berat yang saya peroleh dalam beberapa tahun lalu. Ada banyak event saya ikuti sejak dulu. Saya sangat bersyukur. Ini semua atas doa kedua orang tua dan berkat dukungan masyarakat Aceh terhadap capaian ini,” tutur Nurul yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Hasballah dan Nurmala.

Nurul lantas mengikuti prosesi peusijuek yang dilakukan Ustazah Maimunah, guru pengajian Nurul saat usia SD,-SMP. Usai di-peusijuk, Nurul memeluk dan mencium lutut orang tuanya. Suasana haru pun mewarnai rumah itu. Ayah dan ibu kandung Nurul ikut menangis ketika Nurul memohon maaf apabila ada dosanya terhadap kedua orang tuanya.
Nurul juga memeluk erat guru pengajiannya, Ustazah Maimunah, usia di-peusijuek.
Setelah gurunya itu menyantap kenduri maulid yang dihidangkan secara khusus, Nurul membantu mengantarkan Ustazah Maimunah ke rumahnya yang juga berada di gampong tersebut dengan menggunakan sepeda motor.
Nurul kepada para wartawan mengatakan dirinya mengikuti cabang olahraga angkat besi sejak tahun 2010 ketika masih siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Banda Aceh. “Pertamanya memang langsung tertuju kepada cabang angkat besi di bawah bimbingan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, dan sampai sekarang”.
“Saya mulai aktif pada Cabor Angkat Besi semenjak SMA, karena mungkin tekun saja dan niat yang baik sehingga sampai sekarang masih bisa bertahan. Dulu di Gampong Serbajaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas ini, kami berlima (bersama temannya) yang melanjutkan SMA ke Banda Aceh. Cuma selesai dari sekolah mereka itu pulang kampung, tidak lanjut lagi. Kalau Nurul lanjut kuliah di Universitas Abulyatama,” ujar wanita kelahiran 12 Februari 1994 itu.
Seiring berjalannya waktu, kata Nurul, ia sempat mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII diselenggarakan di Pekanbaru, Riau tahun 2012, dan memperoleh peringkat keempat. Kemudian pada PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat, Nurul berhasil meraih medali emas pertama dengan mencatat total angkatan 233 Kg.
Sejak itulah dia dilirik oleh Pelatih Cabor Angkat Besi Indonesia. “Mungkin karena dinilai saya ada potensi untuk event internasional,” ucap Nurul yang cita-cita awalnya ingin menjadi Polisi Wanita (Polwan).

Nurul mendapat medali perak pada Islamic Solidarity Games 2017 yang tampil di kelas +90 Kg dengan angkatan total seberat 230 Kg. Lalu, peringkat keenam Asian Games 2018 menjadi wakil Indonesia di kelas +75 Kg dengan total angkatan 253 Kg. Selanjutnya, meraih dua perak dan satu perunggu di Qatar Cup 2019 kejuaraan angkat besi kelas dunia dengan angkatan 87 Kg, dan peringkat kelima Kejuaraan Asia 2020.
Nurul juga menceritakan proses dirinya ikut Oilimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya pada akhir 2018 ia sudah mengikuti setiap kejuaraan yang diadakan International Weightlifting Federation (IWF). “Karena untuk mendapatkan tiket itu harus ada prakualifikasi terlebih dahulu, maka dari itu mendapat poin. Walaupun ketika itu (2018) Nurul tidak masuk ke Oilimpiade, tapi ini masih terbaik di tingkat Asia. Sejak 2018 saya selalu ikut kejuaraannya di luar negeri yang diadakan IWF. Alhamdulillah pada Oilimpiade Tokyo 2020 berhasil mengikutinya,” ungkap Nurul.
Nurul menambahkan seusai mengikuti Oilimpiade Tokyo ia belum sempat pulang ke Aceh Utara. Tidak lama setelah itu langsung fokus untuk PON XX Papua 2021. Nurul akan berangkat lagi ke Jakarta, Rabu, 20 Oktober 2021, untuk melakukan persiapan mengikuti Kejuaraan Dunia Senior di Taskhent, Uzbekistan, yang akan digelar pada Desember 2021 mendatang.
“Makanya saya pulang sebentar ke kampung, nanti malam (Selasa) langsung berangkat lagi ke Banda Aceh dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta besok (Rabu) melalui Bandara Sultan Iskandar Muda. Kalau persiapannya kita tetap mengikuti latihan seperti biasa, tapi Alhamdulillah selama ikut event itu tidak ada kendala apapun. Mungkin karena jauh dari orang tua saja, sih,” tuturnya.
“Namun, sejak SMA saya memang sudah jauh dengan orang tua, mungkin sudah biasa. Sekarang pun sudah bisa melihat mereka melalui video call ketika berada di luar daerah,” ujar Nurul yang masa kecilnya menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Tanah Luas, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tanah Luas, Aceh Utara, lalu melanjutkan ke SMA di Banda Aceh.
Nurul berharap pada Kejuaraan Dunia Senior nanti bisa memperoleh prestasi melebihi dari PON XX Papua 2021.
Ditanya usai mengikuti Oilimpiade Tokyo 2020 dan PON XX Papua 2021, apakah ada respons misalnya berupa bonus dari Pemkab Aceh Utara, Nurul mengatakan, “kalau Aceh Utara sih belum ada. Karena Nurul di bawah KONI Aceh saja. Kalau KONI Aceh Utara, itu saya tidak tahu karena tidak berhubungan sama Nurul. Tapi enggak tahu juga itu”.
Menurut Nurul, sebagai bonus untuk dirinya yang telah mengikuti Oilimpiade Tokyo, Pemerintah Aceh bakal memberikan hadiah satu unit rumah di Banda Aceh. “Mungkin karena saya sekarang dari tenaga kontrak pada Dispora Aceh akan menjadi pegawai Bank Aceh. Terima kasih banyak juga kepada Pemerintah Aceh dan Bank Aceh,” katanya.
“Kalau hasil meraih dari PON XX Papua ini saya belum ada menerima informasi, tapi akan ada juga,” ucap Nurul.[]








