Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaBerita LhokseumaweOrang Tua Siswi...

Orang Tua Siswi Korban Vaksin di Lhokseumawe akan Tempuh Jalur Hukum

LHOKSEUMAWE – Aji Usman (52) akan tetap menempuh jalur hukum, setelah Khana Darasa Naswa (15) anaknya tumbang usai divaksin di sekolah, Rabu, 22 September 2021, meski kondisi siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lhokseumawe itu mulai membaik usai dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Bunga Melati, Kota Lhokseumawe.

Aji Usman warga Gampong Blang Weu Panjoe, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, kepada portalsatu.com, Jumat 24 September 2021, mengatakan, kondisi Naswa saat ini tampaknya lumayan membaik dan sudah sanggup berbicara. Selang oksigen pun sudah dilepas, setelah sebelumnya sempat dipasang pihak rumah sakit karena korban mengalami sesak napas.

“Sekarang anak saya masih dirawat di RS Melati. Tapi belum ada keterangan dokter kapan bisa pulang ke rumah, saya juga tidak menanyakan hal itu. Karena kondisinya pun masih terlihat lemas, saat berjalan menuju ke kamar mandi pun harus kita papah dan belum stabil,” kata Aji Usman.

Namun, kata Usman, atas kejadian ini pihaknya sebagai keluarga tetap akan menempuh jalur hukum. Apabila nantinya kondisi kesehatan Naswa sudah kembali normal seperti biasa, maka akan dilaporkan kepada pihak penegak hukum dengan dua pilihan yaitu antara Polres Lhokseumawe dan Polda Aceh.

“Ini bukan karena semata-mata anak saya menjadi korban vaksin, tapi perlu dilaporkan supaya tidak terulang kejadian serupa terhadap masyarakat yang lain. Artinya, kita tidak ingin masyarakat menjadi korban. Pada dasarnya kita mendukung penuh program vaksinasi dari pemerintah, tapi harapan kita kepada tim di lapangan jangan sampai mengabaikan kondisi kesehatan orang yang akan divaksin,” ungkap Aji Usman.

Baca Juga: Tak Layak Pakai, Delapan Ruang Belajar SMP Negeri 1 Tanah Luas Direnovasi

Usman menambahkan, sebenarnya anaknya itu memang tidak bisa disuntik vaksin karena ada penyakit bawaan sesak napas sejak kecil. Sedangkan keluarganya yang lain tidak ada masalah dan bahkan sudah dilakukan vaksin semua. Kemudian, pada saat dia (Naswa) divaksin di sekolah bahwa dirinya tidak ada menerima surat persetujuan orang tua dari pihak sekolah (SMKN 1 Lhokseumawe).

Akan tetapi, lanjut Usman, Kamis, 23 September 2021 banyak yang sudah berkunjung ke RS Melati untuk menjenguk anaknya. Di antaranya Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto, Kepala SMK Negeri 1 Kota Lhokseumawe, Irwan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kota Lhokseumawe, Anwar Jalil, dan beberapa anggota DPRK Lhokseumawe maupun pihak lainnya.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Lhokseumawe, Irwan, S.Pd., M.Si., mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di sekolah tidak ada unsur pemaksaan sama sekali, karena sebelumnya wali kelas masing-masing siswa telah melakukan sosialisasi kepada para siswa maupun wali murid melalui grup WhatsApp.

“Kita membantah tudingan dari berbagai pihak bahwa pihak sekolah terkesan memaksakan siswa untuk menjalani vaksinasi Covid-19, tidak ada demikian. Kita menghargai dan akan mengikuti keputusan dari orang tua Naswa, yang akan membawa kasus itu ke jalur hukum,” ungkap Irwan.

Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan di Simpang Keuramat

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin, mengungkapkan, berdasakan informasi diperoleh dari Sekda Kota Lhokseumawe, T. Adnan, Kamis malam, 23 September 2021 sekitar pukul 21.45 WIB, bahwa Khansa Darasa Naswa siswi korban vaksin atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sudah mulai membaik.

“Hemat saya, adanya kunjungan dari para pejabat pemerintah daerah termasuk dari Kapolres dan Dandim merupakan bukti nyata adanya tanggung jawab pemerintah dalam hal terjadinya KIPI. Pemerintah tidak boleh lepas tangan, harus segera peduli manakala ada kejadian. Apalagi vaksinasi ini adalah kebijakan strategis pemerintah mengatasi pandemi Covid-19,” ujar Taqwaddin.

Menurut Taqwaddin, segala biaya harus ditanggung oleh pemerintah. Pasien harus dirawat secara baik pada rumah sakit yang terbagus di daerahnya, atau jika dibutuhkan secara medis harus dirujuk ke RSUZA di Banda Aceh. Untuk ke depan pihaknya berharap agar pemerintah harus respons cepat manakala terjadinya KIPI.

Taqwaddin melanjutkan, kejadian KIPI seperti ini jarang terjadi. Dari ribuan orang yang sudah divaksin hanya ada satu atau dua yang seperti ini, yang memiliki masalah dengan antibodinya. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar petugas yang melakukan screening harus cermat, teliti dan berhati-hati. Lakukan screening sesuai prosedur.

“Ini kejadian kedua yang terekspose setelah sebelumnya dialami oleh Amelia di Aceh Barat. Dari kedua kejadian ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa pentingnya screening yang tepat dan akurat. Petugas yang melakukan harus berhati-hati dan teliti. Lakukan dengan serius, ini menyangkut nyawa manusia,” tegas Taqwaddin. []

Baca juga: