BANDA ACEH – Kandidat calon Bupati Aceh Besar dari Partai Aceh, Saifuddin Yahya, mengaku belum memutuskan siapa yang bakal mendampinginya dalam pesta demokrasi 2017 mendatang.
Pria yang akrab disapa Pak Cek ini juga menampik kabar bahwa sudah muncul satu nama yang bakal menjadi wakilnya. Ia menegaskan keputusan itu belum final.
“Goh lom final, nyan atra gohlom final,” ucap Saifuddin pendek, saat portalsatu.com menghubunginya, Selasa, 12 Juli 2016.
Ia mengatakan pihaknya masih menunggu untuk menentukan nama yang akan menjadi wakilnya kelak. “Wakil saya belum diputuskan,” kata dia.
Akan tetapi akhir Mei lalu Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, menunjuk kader PKS sebagai pendamping Pak Cek dalam Pilkada Aceh Besar nanti.
Mualem mengungkapkan hal itu kepada wartawan seusai acara deklarasi PKS Aceh yang mengusung Mualem sebagai calon gubernur Aceh periode 2017-2022, di Kantor DPW PKS Aceh, Banda Aceh, Jumat 20 Mei 2016.
Yang jelasnya, untuk Aceh Besar sudah positif akan mengambil kader PKS sebagai wakil Pak Cek, kata Mualem. Kader PKS yang dimaksudkannya adalah Irawan Abdullah, S.Ag.
Pernyataan Mualem itu juga dipertegas oleh Ketua PKS Aceh, Ghufran Zainal Abidin. Pihaknya mengaku sudah lama menjajaki hubungan kedua partai sejak beberapa bulan lalu. Dari partai (PKS) sudah ada keputusan, begitu juga dari Partai Aceh yang mengusung calon bupati juga menyebutkan itu. Ini hasil dari proses panjang, katanya.
Menurut Gufran, untuk penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Aceh Besar sudah tidak permasalahan lagi. Berbeda halnya dengan kabupaten/kota lainnya yang masih dalam proses penjajakan dan akan diumumkan dalam waktu dekat. Kami di wilayah sudah clear untuk Aceh Besar, kata dia.[](bna)



