BANDA ACEH – Panglima Laot Lhok Lampuuk Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Imran, menyatakan batu bara berasal dari Kapal Tongkang terhempas akibat angin kencang, Minggu/kemarin, mencemari kawasan laut dan wisata.

“Batu bara yang berasal dari Kapal Tongkang yang saat ini sudah terbelah dua tersebut sudah mencemari kawasan laut Lhok Lampuuk dan lokasi wisata Lampuuk,” kata Imran di Lampuuk, Senin, 30 Juli 2018.

Imran menjelaskan, Kapal Tongkang batu bara yang terseret arus dan kini patah dua dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai tersebut membawa material untuk PT Holcim, perusahaan penghasil semen di Kecamatan Lhoknga.

Menurut Imran, kondisi kapal tongkang yang terhempas ke bibir pantai akibat angin kencang tersebut seharusnya mendapat respons cepat dari perusahaan terkait agar pencemaran tidak merambah ke kawasan lainnya.

“Dampak pencemaran lingkungan ini tidak hanya dialami oleh nelayan tapi juga pelaku usaha di kawasan wisata Pantai Lampuuk,” kata Imran.

Imran mengatakan, lokasi Kapal Tongkang berada sekitar 100 meter dari bibir pantai dan masyarakat setempat banyak yang datang ke lokasi untuk menyaksikan kapal tongkang yang terhempas angin.

Akan diadakan rapat dengan para tokoh gampong serta kemukiman guna membicarakan persoalan pencemaran lingkungan. “Kami akan segera berembuk untuk membicarakan langkah-langkah yang akan ditempuh serta rekomendasi apa saja yang akan disampaikan ke perusahaan yang bertanggung jawab,” kata Imran.[] Sumber: antaranews.com/M. Ifdhal