ACEH UTARA – Syukri (48), warga Dusun Rubiah, Gampong Bayi, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, terpaksa kembali ke rumah setelah sehari menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) milik Pemkab Aceh Utara, Senin, 24 Agustus 2026.

Syukri mengalami patah tulang kaki sebelah kiri setelah terjatuh ke jurang saat perjalanan pulang dari kebunnya, Ahad (23/8). Mengutip keterangan tenaga medis, keluarga menyebut pasien belum dapat menjalani operasi pemasangan pen karena alat khusus tersebut tidak tersedia di RSUCM.

Keponakan Syukri, Hamdani, mengatakan peristiwa itu bermula saat Syukri pergi ke kebun di kawasan pedalaman Kecamatan Tanah Luas pada Ahad (23/8). Sekitar pukul 18.00 WIB, Syukri hendak pulang ke rumah. Saat melintasi jalan turunan yang berbatu, Syukri hilang kendali hingga terjatuh ke jurang.

Keluarganya baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 21.30 WIB, setelah Syukri tidak kunjung tiba di rumahnya.

“Biasanya Syukri pulang dari kebunnya sore hari. Tapi, malam itu belum juga sampai di rumah. Kami kemudian berinisiatif mencarinya dan ditemukan dalam jurang di pinggir jalan yang lumayan jauh dari Gampong Bayi,” kata Hamdani kepada portalsatu.com, Senin (24/8).

Menurut Hamdani, setelah berhasil dievakuasi dengan kondisi kaki kirinya mengalami patah tulang, keluarga membawa Syukri ke RSUCM untuk mendapatkan penanganan medis. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Syukri mendapat penanganan dari petugas medis sebelum kemudian dipindahkan ke Ruang Arafah.

Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan terhadap kondisi pasien. Namun, keluarga mendapat penjelasan dokter bahwa RSUCM untuk sementara tidak memiliki pen yang dibutuhkan untuk menangani patah tulang.

“Bahkan diarahkan oleh dokter agar membawa pasien ke RSUD Pidie Jaya. Karena itu, kami menghubungi pihak RSUCM terkait penanganan Syukri. Persoalan muncul ketika kami mendapat informasi bahwa pasien harus terlebih dahulu dibawa pulang, dan menunggu sekitar sepekan sebelum dapat menjalani pengobatan di rumah sakit lain,” ujar Hamdani.

“Yang anehnya, perawat rumah sakit menyatakan kalau ingin berobat ke RS Pidie Jaya harus pulang dulu selama sepekan di rumah, baru bisa berobat ke rumah sakit lain,” ungkap Hamdani.

Menurut Hamdani, karena tidak mendapat solusi yang dianggap dapat segera menangani kondisi Syukri, pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa pasien pulang ke Gampong Bayi menggunakan mobil sewaan milik warga. Pasien dibawa pulang tanpa rujukan ke rumah sakit lain. Saat keluarga membawa Syukri meninggalkan rumah sakit, “pihak RSUCM bahkan tidak melarang keputusan tersebut”.

“Saat ini pasien sudah berada di rumah, dan belum menjalani operasi pemasangan pen pada kaki kirinya. Kami berharap ada solusi terbaik agar Syukri segera mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan, mengingat kondisi patah tulang yang dialaminya membutuhkan tindakan medis lebih lanjut,” ujar Hamdani.

Humas RSUCM Aceh Utara, dr. Harry Laksamana, saat dikonfirmasi pada Selasa (25/8) pagi, menyatakan informasi tersebut akan segera diteruskan kepada bagian pelayanan. “Baik, kita teruskan ke bagian pelayanan, ya,” ujar Harry.

Ditanya apakah saat ini pen tulang belum tersedia di RSUCM, Harry mengaku belum mengetahui informasi tersebut. “Belum tahu juga saya informasinya,” ucap dia.[]