SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie mulai menyalurkan bantuan masa panik kepada korban banjir yang tersebar di sejumlah kecamatan. Bantuan berupa sembako diutamakan bagi warga pengungsi dan membuka dapur umum.

Saat ini bantuan sudah disalurkan ke 25 titik pengungsian yang membuka dapur umum di sembilan kecamatan. Jumlah titik akan terus bertambah jika ada informasi dari lapangan sesuai laporan awal banjir terjadi di 20 kecamatan dari 23 kecamatan dalam Kabupaten Pidie.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie, Muslim, kepada portalsatu.com/, Ahad, 22 Januari 2023, menjelaskan hari ini, pihaknya sudah menyalurkan bantuan masa panik berupa kebutuhan pokok ke titik pengungsian korban banjir yang membuka dapur umum. Bantuan itu didistribusikan petugas ke lokasi pengungsian.

"Hari ini, kita sudah mulai menyalurkan bantuan sembako kepada warga korban terdampak banjir. Ada 25 titik yang telah disalurkan bantuan berupa beras, mi instan, minyak goreng, telor, dan roti kering," ungkap Muslim.

Baca juga: Empat Gampong di Pidie Terisolir Akibat Banjir

Adapun 25 lokasi warga membuka dapur umum tersebar di sembilan kecamatan yakni Padang Tiji, Grong-Grong, Delima, Kota Sigli, Pidie, Indrajaya, Mutiara, Mutiara Timur, dan Kembang Tanjong. Angka itu akan bertambah sesuai laporan adanya pembukaan dapur umum.

“Saat ini kita sudah salurkan ke sembilan kecamatan. Jika ada laporan ada dibuka dapur umum, kita siap antarkan bantuan ke lokasi,” ujar Muslim yang mengaku masih menunggu laporan di lapangan.

Diberitakan, banjir melanda 20 kecamatan di Kabupaten Pidie pada Sabtu, 21 Januari 2023. Banjir yang disebabkan hujan deras tersebut sempat menutup Jalan Banda Aceh – Medan, di Padang Tiji. Banjir juga merendam ribuan hektare sawah sudah ditanami padi dan ribuan rumah warga.

Lihat pula: Pidie Dikepung Banjir

[](Zamahsari)