BANDA ACEH – Komisioner KIP, Basri mengatakan bahwa pemilukada setelah konflik bersenjata dan MoU kerap terjadi gesekan yang dapat membahayakan demokrasi.

Gesekan yang dimaksud adalah intimidasi oleh oknum tertentu untuk memilih suatu calon.

“Pekilukada pasca konflik memang kerap terjadi gesekan tertentu. Namun seiring berjalannya waktu hal yang demikian sudah mulai hilang,” kata Basri kepada portalsatu.com, Rabu 3 Februari 2016.

Basri berharap intimidasi atau cara apa pun yang melanggar aturan tidak terjadi lagi dalam pemilukada 2017 mendatang. Ia juga meminta pihak kepolisian untuk bekerja ekstra dalam pesta pemilukada mendatang.

“Kita harapkan tidak ada kecurangan apapun di pemilukada 2017 mendatang,” kata dia.[](tyb)