LHOKSEUMAWE Pemerintah Kota Lhokseumawe sampai saat ini belum melelang (tender) proyek fisik sumber dana APBK tahun 2017.
Pantauan portalsatu.com pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Lhokseumawe, Selasa, 25 April 2017, baru satu paket Jasa Konsultansi Badan Usaha yang dimulai proses tender. Paket Perencanaan Rekonstruksi Pascabencana Talud Sungai Alue Raya Kecamatan Blang Mangat dengan pagu Rp295 juta lebih itu di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lhokseumawe. Tahapan lelangnya saat ini masih pembukaan dan evaluasi penawaran, yang diikuti 13 perusahaan.
Catatan portalsatu.com, Pemko Lhokseumawe juga lamban melelang proyek-proyek fisik sumber dana APBK 2015 dan 2016. Bahkan, tender paket pekerjaan konstruksi pada 2015 dan 2016 molor hingga triwulan III tahun anggaran berjalan.
Anggota DPRK Lhokseumawe M. Hasbi dan Mukhlis Azhar dihubungi terpisah, menyayangkan pemerintah setempat kembali lamban melelang proyek-proyek sumber dana APBK 2017. Seharusnya proyek tahun ini segera ditender kalau memang dananya sudah dialokasikan dalam APBK, kata Hasbi.
Semakin cepat dilaksanakan tender tentunya mutu dari hasil pekerjaan di lapangan akan lebih maksimal, karena rekanan tidak terburu-buru menyelesaikan kewajibannya. Jangan sampai masuk triwulan III nanti baru ditender, kita khawatirkan akan berpengaruh terhadap mutu proyek, ujar anggota DPRK dari Partai Demokrat ini.
Mukhlis Azhar akrab disapa Pak Ulis menilai pembangunan di Lhokseumawe akan stagnan jika proses tender proyek fisik tidak segera dilaksanakan sesuai ketentuan berlaku. Kondisi ini, kata dia, juga berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian lantaran minimnya realisasi anggaran daerah.
Saya kira Pemko Lhokseumawe harus menyampaikan apa adanya jika memang ada persoalan. Termasuk bagaimana pembayaran utang kepada pihak ketiga, karena mereka telah melaksanakan pekerjaan atau kegiatan dengan dana APBK tahun lalu. Jadi, pemerintah harus terbuka kepada publik, kata anggota DPRK dari Partai Hanura ini.[](idg)


