BANDA ACEH – Al, 17 tahun, yang ditangkap Unit Jatanras Polresta Banda Aceh beberapa waktu lalu untuk sementara waktu berada di kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh di Kp Keuramat Banda Aceh.
Sekretaris YARA, Fakhrurazi, mengatakan proses hukum AL sedang berjalan hingga kini. Pihaknya sudah mengupayakan penangguhan untuknya. Tetapi karena AL tidak punya tempat tinggal, untuk sementara YARA menampungnya.
“Yang bersangkutan juga masih dikenakan wajib lapor seminggu dua kali, Senin dan Kamis sampai akhirnya kasusnya disidangkan,” ujar Fakhrurrazi kepada portalsatu.com di sekretariat YARA kemarin, Senin, 25 April 2016.
Sebagai kuasa hukum AL kata Fakhrurrazi, YARA akan terus mendampingi AL hingga proses hukumnya selesai. Sehingga, ke depan ia bisa melanjutkan pendidikan yang layak dan menjadi lebih baik lagi nantinya.
Seperti pernah diberitakan, pada 3 April 2016 lalu AL ditangkap di sebuah warung internet di Banda Aceh atas dugaan pengeroyokan mahasiswa di kawasan Seutui, Banda Aceh. AL yang masih di bawah umur lantas dibawa ke Mapolresta Banda Aceh, berdasarkan keterangan AL ia dipukul sampai memar oleh oknum polisi yang menangkapnya ketika itu.
Saat ditemui portalsatu.com di kantor YARA kemarin, AL yang berasal dari Pidie Jaya menceritakan sedikit kisah hidupnya. Ia mengaku jika dirinya merupakan putra seorang kombatan GAM yang kini sudah almarhum. Ibunya sudah menjadi TKW ke luar negeri, tapi AL tidak mengetahui ke negara mana ibunya pergi. Ia sempat meneteskan air mata saat menceritakan keluarganya.
Menurut AL, ia ditinggalkan begitu saja tanpa sepatah katapun. Semangat belajarnya terpaksa pupus begitu saja karena tidak ada biaya. Untuk menghidupi dirinya AL bekerja serabutan, kadang sebagai kuli bangunan, kadang sebagai nelayan.
Ayahnya kata AL, merupakan mantan ajudan Panglima GAM Abdullah Syafii ketika Aceh masih konflik. Ayahnya tewas dalam kontak tembak di kawasan Pidie Jaya. Abang kandungnya juga meninggalkan dirinya dan pergi ke Malaysia dua tahun lalu. Saat kondisinya seperti ini ia hanya bisa menahan rindu dan ingin merasakan pelukan hangat ibunya.[](ihn)
Laporan Ramadhan



