Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaBerita Aceh UtaraPolsek Tanah Luas...

Polsek Tanah Luas Gandeng YARA Sosialisasi kepada Keuchik Terkait Perkara Dapat Diselesaikan di Gampong

ACEH UTARA – Polsek Tanah Luas bekerja sama dengan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Utara menggelar sosialisasi terkait 18 perkara yang dapat diselesaikan di tingkat gampong secara adat sesuai Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat. Kegiatan itu dilaksanakan di Balai Desa Kecamatan Tanah Luas, Rabu, 9 Agustus 2023.

Tampil sebagai pemateri dalam sosialisasi tersebut, Kapolsek Tanah Luas, AKP Lilik Harwanto, S.H., M.H., Ketua Mejelis Adat Aceh (MAA) Kecamatan Tanah Luas, Drs. H. Hamdani A. Jalil, M.A., Ketua YARA Perwakilan Lhokseumawe, Ibnu Sina, S.P., Ketua YARA Perwakilan Aceh Utara, Iskandar PB., dan Kabag Hukum Setda Aceh Utara, Fadhil, S.H., M.H. Juga hadir Sekcam Tanah Luas, Bakhtiar, S.E. Kegiatan itu diikuti 57 keuchik (kepala desa), sekdes, dan tuha peut yang ada di kecamatan tersebut.

Kapolres Aceh Utara AKBP, Deden Heksaputera, melalui Kapolsek Tanah Luas, AKP Lilik Harwanto, mengatakan, kegiatan itu merupakan pendekatan hukum yang dilakukan pihaknya bersama YARA terhadap para aparatur gampong, untuk dapat menyelesaikan masalah di tingkat gampong. Sehingga, para pejabat desa bukan hanya mampu menyelesaikan masalah, juga harus mampu mewujudkan rasa keadilan kepada para pihak yang berselisih.

“Hal itu sebagai upaya implementasi adagium hukum ultimum remedium yang berarti hukum pidana merupakan langkah terakhir dalam menyelesaikan perkara,” ujar Lilik.

Lilik menyebut Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2008 merupakan role model program restoratif justice jika disederhanakan. “Berarti keadilan tanpa pengadilan,” ucapnya.

Kapolsek berharap para keuchik di Tanah Luas mampu mengimplementasikan qanun tersebut. Sehingga aturan yang telah dibentuk pemerintah tidak hanya menjadi sesuatu yang seremonial semata, namun juga harus dijalankan.

Ketua YARA Perwakilan Aceh Utara, Iskandar, mengatakan kegiatan itu dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para keuchik dalam memediasikan permasalahan di desa. Dalam kegiatan itu, para peserta dibekali pemahaman dan edukasi hukum bahwa ada perkara yang dapat diselesaikan di desa, misalnya tindak pidana ringan. Ada juga perkara yang tidak dapat diselesaikan di desa seperti tindak pidana berat.

“Kami berharap setelah kegiatan ini agar banyak desa yang melahirkan produk hukum berupa qanun yang mengatur adat istiadat di desa. Bahkan kita juga siap memfasilitasi kebutuhan legal konsultan dalam melakukan kajian, perancangan, pembahasan hingga penetapan qanun gampong,” ujar Iskandar didampingi Ibnu Sina.[]

Baca juga: