ACEH UTARA— Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) H. Dudung Abdurrachman, mengunjungi korban banjir bandang di Dusun Bidari, Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Kamis, 8 Januari 2026.

Kunjungan Dudung itu didampingi
Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil (Ayahwa), dan menyerahkan bantuan  100 unit starlink lengkap dengan sumber daya listrik untuk dipasang di Gampong Leubok Pusaka.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memulihkan saluran komunikasi warga pascabencana banjir, yang beberapa waktu lalu jaringan komunikasi masih blackout.

Dalam kesempatan itu, Ayahwa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dudung beserta rombongannya, yang turun langsung ke lokasi bencana untuk meninjau dampak banjir di gampong tersebut. Kata dia, dari total 27 kecamatan di Aceh Utara, sebanyak 25 kecamatan terdampak banjir bandang.

“Dampaknya sangat luas melebihi dari tsunami Aceh 2004 silam. Oleh karena itu penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkab Aceh Utara. Ini harus ditangani secara bersama-sama dengan melibatkan semua pihak, agar kondisi sosial dan ekonomi masyarakat segera pulih kembali pascabencana,” kata Ayahwa.

Menurut Ayahwa, terkait hunian tetap (Huntap) bagi warga setempat, itu direncanakan di Dusun Simpang Lima yang masih berada di Gampong Leubok Pusaka, dan lahan tersebut merupakan tanah negara milik PGE.

“Kendati demikian, pemerintah daerah juga membuka peluang atau kemungkinan penggunaan tanah milik warga, apabila ada warga yang bersedia menjual untuk keperluan hunian tetap,” ujar Ayahwa.

Ayahwa menambahkan, sedangkan untuk hunian sementara (Huntara), pemerintah sedang mencari lahan yang layak dan aman digunakan oleh masyarakat yang terdampak banjir.

Untuk diketahui, bencana banjir yang melanda Aceh Utara terdampak luas terhadap masyarakat. Berdasarkan rekapitulasi laporan sementara Pusat Informasi Posko Bencana Banjir BPBD Aceh Utara dan disajikan oleh Dinas Komunikasi dan Persandian (Diskominsa), per 8 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat 230 orang.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan data sebelumnya per 1 Januari 2026 yang mencatat 216 korban meninggal dunia.

Selain korban meninggal, sebanyak 2.127 orang mengalami luka-luka. Bencana ini juga berdampak besar terhadap kelompok rentan di antaranya 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, serta 513 penyandang disabilitas.

BPBD Aceh Utara mencatat sebanyak 124.549 kepala keluarga atau 433.064 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 19.047 Kepala Keluarga (KK) atau 67.876 jiwa terpaksa mengungsi di 210 titik lokasi pengungsian.

Di sektor pendidikan, banjir berdampak pada 74.383 siswa dan 9.071 guru. Sementara itu, korban meninggal dari lingkungan pendidikan terdiri atas satu kepala sekolah, satu guru, dua tenaga pendidik, dan tiga siswa.

Kerusakan infrastruktur dan permukiman juga cukup signifikan. Tercatat 72.364 rumah terendam, 3.506 rumah hilang, 6.236 rumah rusak berat, 16.325 rusak sedang, dan 20.280 rumah rusak ringan.

Banjir turut menyebabkan 11.929 hektare lahan padi puso dan 10.674 hektare tambak terdampak akibat banjir dan lumpur. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada jalan, tanggul sungai, jembatan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, perkantoran, rumah ibadah, pesantren (dayah) serta sektor perkebunan, perikanan, peternakan dan UMKM. [] (ril)