Senin, Juni 24, 2024

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...

Hujan dan Angin Kencang,...

ACEH UTARA - Dua rumah di Dusun Dua Lampoh U, Keude Pantonlabu, Kecamatan...

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...
BerandaEkonomiPendapatan Pariwisata Sabang...

Pendapatan Pariwisata Sabang Capai Rp 7,3 Miliar dengan 29 Ribu Pengunjung dari Berbagai Daerah

Oleh: Maunya Putri Nazirra Mahasiswi Ilmu Politik USK Banda Aceh

Wisatawan dari berbagai daerah telah mengunjungi Sabang dalam jumlah besar sejak awal tahun ini, dengan total lebih dari 29 ribu pengunjung. Hal ini memunculkan pendapatan sebesar Rp 7,3 miliar bagi pemerintah setempat.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sabang, wisatawan yang datang dari luar kota dan luar negeri memimpin pertumbuhan jumlah pengunjung. Sekitar 20 persen pengunjung berasal dari luar negeri, sementara sisanya dari wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sabang, Budi Santoso, mengatakan bahwa peningkatan jumlah wisatawan ke Sabang merupakan hasil dari upaya promosi dan pemasaran yang intensif yang dilakukan oleh pemerintah daerah. “Kami telah bekerja sama dengan berbagai agen perjalanan dan media sosial untuk mempromosikan keindahan alam dan kekayaan budaya Sabang,” katanya.

Menurut Santoso, Sabang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan, terutama karena keindahan pantai, hutan, dan terumbu karangnya yang memukau. Pemerintah setempat telah berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur wisata, seperti peningkatan jalan dan jembatan, perluasan lapangan terbang, dan pembangunan hotel dan restoran yang nyaman.

Namun, peningkatan jumlah pengunjung juga menimbulkan masalah baru bagi pemerintah daerah. Banyak pengunjung yang tidak mematuhi aturan dan merusak lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan dan merusak terumbu karang. Hal ini mengancam keberlanjutan pariwisata Sabang di masa depan.

Oleh karena itu, pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran wisatawan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan budaya setempat. Mereka telah memasang ratusan tanda peringatan dan mengadakan kampanye untuk mengajarkan wisatawan tentang praktik berkelanjutan selama berlibur.

Dalam kesempatan ini, kami mengajak para wisatawan untuk menikmati keindahan Sabang dengan bertanggung jawab dan menjaga kelestarian alam dan budaya setempat. Pariwisata yang berkelanjutan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.[]

 

Baca juga: