Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaBerita Aceh UtaraPenembakan Burak di...

Penembakan Burak di Aceh Utara: Polisi Amankan Tiga Tersangka, Ini Pengakuan AJ

LHOKSUKON – Tim Satuan Reskrim Polres Aceh Utara ternyata mengamankan tiga tersangka dalam kasus penembakan yang menewaskan M. Yusuf alias Burak, mantan kombatan GAM di Aceh Utara. Selain AJ yang ditangkap di Simpang Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, polisi juga mengamankan tersangka AM dan FA.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal, melalui Kasat Reskrim, Iptu Noca Tryananto, saat konferensi pers, Jumat, 4 Maret 2022, menjelaskan mulanya petugas mendapatkan informasi bahwa ada seorang warga menjadi korban penembakan atas nama M. Yusuf (45) alias Burak di Gampong Alue Ngom, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, Selasa, 1 Maret 2022, siang.

Tim Satreskrim Polres Aceh Utara langsung menuju lokasi kejadian dan menggali informasi dari warga setempat. Sejumlah saksi dimintai keterangan, termasuk keuchik Gampong Alue Ngom dan istri korban, hingga warga yang melihat kejadian itu.

“Kita juga mengamankan tersangka AM yang merupakan abang kandung dari pelaku utama AJ. AM diamankan sejak 2 Maret 2022, sekitar pukul 22.30 WIB, di rumahnya, Gampong Alue Ngom. Setelah kami melakukan pengembangan, didapati tersangka ketiga, FA, sebagai pemilik senapan angin yang digunakan AJ. FA ditangkap pada 3 Maret 2022 sekitar pukul 16.30 WIB di rumahnya desa yang sama,” kata Noca Tryananto.

Noca mengungkapkan tersangka utama AJ melakukan penembakan tersebut atas bantuan dari tersangka FA. Sebab, senapan angin yang digunakan AJ milik FA. Setelah melakukan aksinya, kata Noca, tersangka AJ mencoba melarikan diri. Polisi mengetahui hal itu dari AM, abang kandung AJ.

“Karena usai kejadian itu tersangka AM langsung memberikan baju serta uang kurang lebih senilai Rp2 juta kepada adiknya, tersangka AJ. Kalau istilahnya AJ tersebut untuk mengamankan diri ke tempat lain sampai suasana kondusif. Alhamdulillah, hasil kerja keras kita semua maka tersangka AJ berhasil ditangkap di Simpang Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis, 3 Maret 2022,” ujar Noca.

Menurut Noca, sekarang kasus itu masih dalam proses penyidikan lebih lanjut. Hasil penyidikan sementara, diketahui motif penembakan itu dilatarbelakangi unsur sakit hati tersangka AJ kepada korban. Pasalnya, korban sempat berupaya melakukan penganiayaan terhadap AM. “Artinya, tersangka AJ selaku adik dari AM merasa tidak bisa membiarkan hal tersebut, dan si korban ini bisa dikatakan dengan bahasanya adalah preman setempat,” ungkapnya.

“Hasil penyidikan sementara diketahui bahwa aksi tersangka AJ itu memang sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya,” tambah Noca.

Noca menyebut tersangka AJ dikenakan Pasal 340 juncto (jo) Pasal 338 jo Pasal 354 KUHP jo Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara sampai hukuman mati, karena mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Sedangkan tersangka AM dijerat Pasal 340 jo Pasal 338 jo Pasal 354, Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Tersangka FA, kata Noca, dikenakan Pasal 340 jo Pasal 338 jo Pasal 354 KUHP jo Pasal 56 jo UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara sampai hukuman mati, karena ia sebagai pemilik senapan angin yang digunakan tersangka AJ untuk melakukan penembakan hingga menewaskan korban.

(AJ, tersangka utama kasus penembakan M. Yusuf alias Burak, memberi keterangan kepada wartawan saat Polres Aceh Utara menggelar konferensi pers, Jumat, 4 Maret 2022. Foto: Fazil)

Sementara itu, tersangka AJ kepada para wartawan mengatakan aksi itu dia lakukan karena merasa sakit hati terhadap korban. Sebab, sebelumnya korban pernah mengancam akan memperkosa ibu kandung AJ dan mengancam membakar rumah mereka.

“Setiap malam (korban) datang dari belakang rumah saya dengan membawa lembing. Saya pun tidak tahu kenapa alasan dia meminta (mengancam) membakar rumah saya. Tapi pertamanya korban ada memukul abang saya, ibu saya pun diminta perkosa dan rumah diminta bakar. Jadi, saya menjadi marah, sakit hati, karena tidak dihargai keuarga saya,” ujar AJ.

“Tapi saya tidak ada tujuan untuk tembak mati. Itu secara kebetulan terkena (peluru senapan angin) di kepalanya (korban). Sebelumnya memang saya pernah menggunakan senapan angin itu untuk menembak babi. Senjata itu bukan milik saya,” tambah AJ.[]

 

Baca juga: