Senin, Juni 24, 2024

HUT Ke-50 Aceh Tenggara,...

KUTACANE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara membuka stan pelayanan...

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...

Realisasi Pendapatan Asli Aceh...

BANDA ACEH - Realisasi Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2019-2023 melampaui target. Akan...

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...
BerandaBerita Gayo LuesPengulu Digerebek Bersama...

Pengulu Digerebek Bersama Istri Orang Tidak Dicambuk, Pimpinan Dewan: Ini Terobosan Baru

BLANGKEJEREN – Pimpinan Dewan Perwakikan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues angkat bicara soal kasus Pengulu desa Penosan Sepakat, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues yang digerebek warga saat bersama istri orang di salah satu rumah kontrakan Desa Tampeng Musara, Kecamatan Kotapanjang, Sabtu, 3 Juni 2023 pukul 23:30 WIB. Menurutnya, terkait kasus Khalwat perlu menjadi perhatian serius di kalangan penegak hukum.

Pernyataan itu disampaikan H. Ibnu Hasim salah satu pimpinan DPRK Gayo Lues dari Partai Demokrat, Jum’at, 16 Juni 2023. Dirinya mengaku heran lantaran kasus pengerebekan melibatkan orang yang sudah memiliki istri dan suami bisa diselesaikan secara adat tanpa dihukum cambuk.

“Kebijakan yang diterapkan oleh Kasatpol PP dan WH Gayo Lues menurur pendapat kami merupakan terobosan baru yang akan menjadi Yurisprudensi bagi penyelesaian kasus yang serupa di Kabupaten Gayp Lues pada masa yang akan datang,” kata H. Ibnu Hasim melalui pesan WhatsApp.

Adapun alasan mantan Bupati Dua Priode itu soal kasus ini akan menjadi Yurisprodensi, adalah karena dugaan kasus Khalwat antara dua jenis kelamin berbeda ditempat sunyi yang masing-masing telah mempunyai istri dan suami dapat diselesaikan secara adat.

“Atau dengan kata lain penyelesaian dikembalikan kepada pemangku adat kedua belah pihak, sekalipun dugaan kasus ini tertangkap tangan melalui penggerebekan oleh WH Gayo Lues,” ujarnya.

Untuk itu, salah satu Pimpinan Dewan ini meminta kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues perlu mengkaji secara cermat penerapan Qanun Jinayah yang didambakan dalam penyelenggaraan keistimewaan Aceh saat ini.[]

 

Baca juga: