SUBULUSSALAM – Sudah sembilan bulan Bayu Asifa, bocah dari keluarga kurang mampu ini menderita penyakit hydrocephalus sejak lahir. Keadaannya semakin parah. Hingga saat ini pemerintah setempat belum membantu.
Bayu Asifa merupakan anak pasangan Bakhtiar, 36 tahun, dan Fitriani, 35 tahun. Mereka adalah warga Dusun Raja Asal Gampong Belegen Mulya, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.
Bocah malang ini hanya bisa menangis di pangkuan ibunya dengan kondisi terbaring lemah tanpa bisa bicara. Kondisi kepalanya semakin membesar sedangkan tubuhnya kian kurus.
Fitriani, ibunda Bayu Asifa, mengatakan sangat membutuhkan bantuan untuk membiayai pengobatan anaknya.
“Kondisi perekonomian kami susah. Jadi saat ini kami hanya bisa pasrah. Semoga ada bantuan dari dermawan untuk biaya pengobatan Bayu Asifa,” katanya, Sabtu, 15 Januari 2016.[](tyb)
Laporan Wahda


