ACEH UTARA – Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menerima mahasiswa Politeknik Statistika STIS Jakarta, yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pascabanjir bandang dan longsor di Aceh Utara. PKL itu pada 15-26 Januari 2026.

Kepala BPS Aceh Utara, Armelia Amri, S.ST., M.Si., dalam keterangannya, Sabtu, 17 Januari 2026, mengatakan pihaknya bersama Pemkab Aceh Utara telah menerima sejumlah mahasiswa Politeknik Statistika STIS untuk pendataan statistik. Pertemuan dengan para mahasiswa itu dilaksanakan di Pendopo Bupati Aceh Utara pada 14 Januari, disambut Plt. Sekda Aceh Utara, Jamaluddin.

“Kegiatan ini bagian dari upaya percepatan pendataan wilayah terdampak bencana banjir bandang, serta wujud nyata kontribusi mahasiswa sekolah kedinasan dalam mendukung penanggulangan bencana berbasis data,” kata Armelia.

Armelia menjelaskan pelaksanaan PKL itu sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda sesuai dengan kompetensi keilmuannya. Selain itu, kegiatan pendataan juga selaras dengan Keputusan Presiden RI Nomor 1 Tahun 2026, yang menugaskan BPS sebagai koordinator pengelolaan data dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Armelia menyebut pendataan lapangan akan dilakukan mahasiswa di Kecamatan Lapang, Dewantara, dan Samudera, Aceh Utara. Pendataan secara langsung ke rumah masyarakat terdampak bencana, pengumpulan informasi di lokasi pengungsian, serta pencatatan kondisi bangunan atau infrastruktur.

“Data yang dihasilkan diharapkan menjadi landasan penting dalam mendukung penyusunan kebijakan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir di Aceh Utara,” ujar Armelia.

Menurut Armelia, melalui kegiatan PKL tersebut, BPS Aceh Utara terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan statistik yang akurat, relevan, dan berdaya guna bagi pembangunan.

“Bersama mahasiswa STIS, BPS Aceh Utara bergerak memastikan setiap data berbicara untuk pemulihan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.[]