Pada usia 15 tahun, Tammy hamil dalam keadaan belum menikah. Di usia 19 tahun, dia sudah memiliki dua anak perempuan.

Di usia masih muda, Tammy sudah dianugerahi gadis-gadis cantik. Dia harus dihadapkan pada kenyataan putrinya membutuhkannya untuk tetap kuat menjalani hidup. Karena itu, Tammy melangkah maju dan mencoba yang terbaik untuk melakukan yang benar.

“Saya adalah seorang ibu tunggal. Saya bekerja sangat keras, terkadang dua atau tiga pekerjaan sekaligus. Saya ingin membesarkan anak perempuan saya dengan cara yang berbeda dari saya dibesarkan,” ungkap Tammy, dilansir di About Islam, diteruskan republika.co.id.

Meskipun dia bekerja keras, sebagian besar waktu mereka tidak memiliki uang lebih untuk apa pun selain untuk kebutuhan dasar. Kehidupan Tammy tetap sulit dengan beban anak-anaknya.

Setelah peristiwa 9/11, Tammy mengaku menjadi sangat konservatif secara politik. Dia menghabiskan banyak waktu menonton berita Fox dan mendengarkan radio. Kala itu, dia berpikir mengetahui segalanya tentang Islam.

Pada kenyataannya, dia belum pernah bertemu seorang Muslim dalam hidupnya. Namun entah bagaimana, dengan mendengarkan berita dia berpikir tahu segalanya.

“Siapa pun yang ingin membela Islam kepada saya, saya akan segera angkat suara. Saya bertindak seolah-olah saya tahu segalanya, dan saya sangat yakin pada diri saya sendiri, saya benar-benar berpikir saya tahu lebih baik daripada mereka. Tetapi sekarang, bertahun-tahun kemudian, saya menyadari saya tidak tahu apa-apa,” ujarnya.