Perjalanan Seorang Perempuan Riang
Karya: Zahraini Zainal,
Dosen Universitas Bina Bangsa Getsampena, Banda Aceh.
Di jalanan pagi yang dibasuh embun,
seorang perempuan melangkah riang,
Hijabnya menari bersama angin,
senyumnya seperti bunga yang tak pernah usai bermekaran.
Ia membawa cerita di sudut matanya,
tentang luka yang pernah mengalir,
tentang hati yang pernah patah,
namun kini… hanya ada cahaya yang bersinar.
Seseorang datang
bukan dengan janji, bukan dengan paksaan,
hanya tangan yang sabar mengulurkan kasih,
hanya tatapan yang mengerti tanpa bertanya.
Perempuan itu tertawa,
bukan karena semua luka lenyap,
tapi karena ia menerima,
bahwa cinta tidak selalu harus membungkus luka,
cukup menjadi hujan yang membasuhnya perlahan.
Dengan ringan ia menapak,
menerima cinta itu seperti menerima musim,
seperti embun menerima pagi,
seperti langit menerima warna senja.
Dan dalam hatinya yang telah berdamai,
ia tahu:
keikhlasan bukan tentang melupakan,
tetapi tentang membiarkan hati
tetap menari di tengah semua yang pernah terjadi.
Banda Aceh, 10.30 PM/28 April 2025.[]




