BANDA ACEH – Human Initiative menggelar kegiatan Kopdar (Kopi Darat) relawan yang tergabung dalam HIVE (Human Initiative Volunteer Energy) yang diikuti 50 peserta, di Aula Serbaguna Pondok Yatim Istanbul, Cot Suruy, Aceh Besar, Minggu, 18 Mei 2025.

Kegiatan ini dihadiri GM People and Organizational Development Human Initiative, GM National Branch Management Human Initiative, Branch Manager Human Initiative Wilayah Aceh dan Sumatera Utara, serta Komandan Rescue Human Initiative yang menjadi narasumber pada pelatihan rescue.

Kegiatan ini dibuka Vice President Resources and Social Enterprise, Andjar Radite melalui online dari Head Qurater Human Initiative di Depok, Jawa Barat. Dalam sambutannya, Andjar menyampaikan Human Initiative adalah rumah bagi para pejuang kemanusiaan. Hadir untuk menghidupkan harapan untuk mengusung visi bersama goodness for dignity yang dapat menjadi kompas dalam menuntun setiap langkah kemanusiaan.

“Ini menjadi bukti bahwa kebaikan sudah ada di tengah masyarakat, kita hanya perlu menggerakkannya menjadi perubahan sosial yang nyata. Relawan adalah pahlawan, hadir saat banyak yang berpaling, hadir dengan ketulusan hati dan niat yang ikhlas menjadi lentera bagi mereka yang sedang dalam gelap”.

Branch Manager Human Initiative Wilayah Aceh dan Sumatera Utara, Apriadi dalam sambutannya menyampaikan Kopdar ini bukan sekadar ajang silaturahmi, namun juga momentum penting untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat solidaritas, dan menyelaraskan visi dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“Melalui pelatihan dasar dan pelatihan lanjutan yang dilaksanakan hari ini, saya berharap para relawan dapat lebih memahami nilai-nilai organisasi (HI Value), kebijakan perlindungan anak, penanggulangan kekerasan, serta keterampilan praktis seperti medical first responder dan fire rescue,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Didi ini juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh relawan yang turut berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan. Dia mengajak relawan untuk menjadikan momen Kopdar ini sebagai titik tolak untuk semakin memperkuat peran relawan sebagai garda terdepan dalam merespons berbagai tantangan kemanusiaan, serta menjadi pribadi yang lebih tangguh dan empatik.[]