BANDA ACEH — Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, mengatakan perlu ikhtiar idividual dan sosial untuk memutuskan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh.

“Alhamdulillah, pasien Covid-19 yang dilaporkan sembuh mencapai 117 orang. Kita doakan pasien-pasien lainnya juga menyusul sehat kembali,” ujar Saifullah Abdulgani (SAG) kepada wartawan di Banda Aceh, Minggu, 30 Mei 2021.

SAG berharap seluruh masyarakat Aceh hendaknya mendoakan agar penderita Covid-19 yang sedang dirawat dan diisolasi di rumah sakit segera sembuh, dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Dukungan dan doa teman-teman dekat dan para sahabatnya merupakan support psikologis yang sangat penting bagi pemulihannya.

“Selain mendoakan yang sakit, juga melakukan ikhtiar-ikhtiar individual dan sosial untuk memutuskan penularan virus corona di tengah-tengah masyarakat. Ikhtiar individual tersebut berupa menjalankan protokol kesehatan bagi yang sehat, melakukan pemeriksaan (tes) kesehatan bila baru pulang dari daerah transmisi, atau memiliki gejala demam dan batuk kering,” tuturnya.

Menurut SAG, langkah-langkah individual tersebut dapat memutuskan penularan virus corona apabila sudah bersemanyam di dalam saluran pernafasan utama, meski tidak menunjukkan gejala. Menjaga kesehatan diri dan melindungi orang lain dari ancaman penyakit atau marabahaya merupakan kewajiban setiap orang.

SAG mengatakan, ikhtiar sosial dan kolektif dapat diwujudkan melalui Satgas Penanganan Covid-19 Gampong (Desa). Satgas gampong seyogyanya mendukung sepenuhnya proses testing dan tracing kasus oleh petugas kesehatan, sehingga tidak ada penolakan saat pengambilan swab cairan hidung dan tenggorokan.

“Makin cepat kasus-kasus positif ditemukan makin kecil peluang penyebaran virus corona kepada orang lain di dalam gampong,” tuturnya.

Ikhtiar sosial kolektif lainnya melalui dukungan dan pengawasan penderita Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri. Satgas Covid-19 gampong dapat menggalang sumber daya masyarakat untuk mendukung isolasi mandiri tersebut. Pengawasan terhadap pasien isolasi mandiri juga penting supaya mereka disiplin menjalankan protokol isolasi tersebut, tambahnya.

SAG mengatakan bila dilihat secara akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per 30 Mei 2021, telah mencapai 14.901 kasus/orang. Rinciannya, para penyintas, yang sudah sembuh dari Covid-19, sebanyak 11.638 orang. Penderita yang sedang dirawat 2.682 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 581 orang.

Dia juga melaporkan data akumulatif kasus probable sebanyak 729 orang, meliputi 631 orang sudah selesai isolasi, 18 orang isolasi di rumah sakit, dan 80 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.419 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.158 orang, sedang isolasi di rumah 189 orang, dan 72 orang sedang isolasi di rumah sakit, pungkasnya.[](Irm)