TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan H.T. Sama Indra mengklaim laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mengalami peningkatan signifikan sejak lebih 3,5 tahun terakhir. Ia menyebut Aceh Selatan berhasil menjadi daerah terdepan di Pantai Barat Selatan Provinsi Aceh.
Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Sama Indra menyebut Aceh Selatan satu-satunya daerah di Pantai Barat Selatan Aceh yang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2013 mencapai 5,3 persen, melampaui Provinsi Aceh yang hanya 4,4 persen.
Tahun 2014 (pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan) mencapai 4,6 persen, sementara pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh 4,13 persen. Tahun 2015 yang merupakan tahun berat bagi ekonomi regional dan nasional karena kenaikan harga minyak dan nilai tukar rupiah yang tertekan, tapi perekonomian Aceh Selatan masih mampu tumbuh berada pada angka 4,25 persen, berimbang dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata Aceh, kata Bupati Sama Indra dalam pidatonya pada puncak acara peringatan HUT ke-71 Aceh Selatan di Taman Sahara, Meukek, Rabu, 28 Desember 2016.
Menurut Sama Indra, meningkatnya pertumbuhan ekonomi tersebut juga berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan di Aceh Selatan. Dia menyebutkan, angka kemiskinan Aceh Selatan tahun 2013 hanya 13,24 persen, berada di bawah rata-rata kemiskinan Provinsi Aceh yang mencapai 17,11 persen.
Sama Indra mengatakan, penurunan angka kemiskinan yang lebih baik dari Aceh Selatan hanya Banda Aceh yaitu 7,72 persen, Langsa 11,62 persen dan Lhokseumawe 12,16 persen.
Berkat kerja keras kita bersama, Aceh Selatan berhasil berada di urutan empat se-Aceh sebagai daerah yang mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan sejak tahun 2013 lalu, ujar Sama Indra.
Kondisi tersebut, Sama Indra melanjutkan, didukung dengan capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh Selatan pada tahun 2015 berdasarkan data BPS Aceh mencapai Rp3,5 triliun. Angka tersebut, kata bupati, menempatkan Aceh Selatan masih terdepan dalam pencapaian PDRB di Pantai Barat Selatan Aceh.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut, kita harus lebih memfokuskan program pembangunan daerah pada sektor riil dan menciptakan ekonomi kreatif serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan, termasuk peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur. Karena hal tersebut merupakan alat untuk menunjang percepatan pembangunan daerah dan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat, papar Sama Indra.
Sama Indra juga menyampaikan, sejak tahun 2013 hingga 2016 Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Selatan mengalami peningkatan sangat signifikan. Tahun 2012, sebut bupati, APBK Aceh Selatan sekitar Rp692 miliar, tahun 2013 Rp761 miliar dan 2014 meningkat lagi mencapai 33 persen yakni menjadi Rp 1,12 triliun. Tahun 2015 Rp1,3 triliun dan tahun 2016 mencapai Rp1,5 triliun.
Sama Indra mengklaim selama dirinya memimpin pemerintahan Aceh Selatan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus meningkat melampaui target. Kata dia, tahun 2012 dari target PAD Rp70 miliar, realisasinya hanya Rp33 miliar atau 46 persen dan tahun 2013 dari target PAD Rp42 miliar, realisasinya Rp62 miliar.
Tahun 2014 yang merupakan tahun pertama dirinya mengelola keuangan daerah secara penuh, dari target PAD Rp72 miliar, realisasinya Rp75 miliar atau 102 persen. Tahun 2015 dari target PAD Rp92 miliar, realisasinya mencapai Rp96 miliar dan tahun 2016 dari target PAD Rp120 miliar, sampai saat ini telah terealisasi mencapai Rp121 milair.
Peningkatan APBK termasuk target PAD tersebut, menurut Sama Indra, selain didukung kerja keras para pejabat SKPK beserta aparaturnya mengejar target PAD, juga didukung adanya alokasi dana sumber APBN melalui pos anggaran tugas perbantuan yang diterima Aceh Selatan setiap tahunnya.
Tahun 2014, kata bupati, Aceh Selatan berhasil mendapat dana APBN Rp50 miliar, tahun 2015 meningkat menjadi Rp100 miliar dan tahun 2016 senilai Rp90 miliar.[]
Laporan Hendrik





