Kamis, Juli 25, 2024

Capella Honda Gandeng Jurnalis...

BANDA ACEH - Dalam rangka kampanye Sinergi Bagi Negeri, PT Astra Honda Motor...

Kejari Gayo Lues Eksekusi...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali mengeksekusi uqubat cambuk terhadap delapan...

Pj Bupati Gayo Lues...

 BLANGKEJEREN - Askab PSSI Kabupaten Gayo Lues mulai mengelar pertandingan sepak bola Antar...

Bank Indonesia Aceh Ajarkan...

BANDA ACEH - Bank Indonesia Provinsi Aceh, melaksanakan kegiatan Kick Off serentak implementasi...
BerandaBerita AcehTu Sop: Apapun...

Tu Sop: Apapun Permasalahan, Islam Harus Hadir Memberi Solusi

ACEH SELATAN – Ketua Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA), Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab akrab disapa Tu Sop, mengatakan Rasulullah Saw diperintahkan oleh Allah Swt hijrah dari Mekkah ke Madinah untuk periode lain. Ini menghasilkan sejumlah hal yang tidak didapati di Mekkah. Kota Madinah, kata Tu Sop merupakan cikal bakal berkumpulnya tiga hal utama pada pribadi Rasulullah Saw yang seyogiyanya mengemban gelar Muhammad Afdhalul Rasul.

“Tiga hal itu tidak terjadi pada nabi-nabi yang lain. Pertama nubuwwah sebagai sumber pengetahuan. Kedua, mulku sebagai kerajaan. Ketiga, sultanah sebagai save government, pemegang kekuasaan tertinggi yang diperkuat dengan tentara membentengi diri dari serangan,” ujar Tu Sop dalam tausiyahnya pada peresmian gedung baru Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan.

Kegiatan peresmian itu dilaksanakan berbarengan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H, di Kampus STAI Tapaktuan, Gampong Baro, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa, 9 Juli 2024. Acara tersebut bertajuk “STAI Baru Pendidikan Maju”.

Tu Sop juga menjelaskan Rasulullah Saw mempunyai nilai kenabian pada dirinya. Pada saat yang sama, Rasulullah juga sebagai raja yang titahnya ditunggu dan diikuti.

“Rasulullah juga seorang sultan yang punya power, tentara dan kekuatan pertahanan, maka disitulah dasar dan awal dari peradaban Islam,” ucap Tu Sop yang juga Dewan Pembina Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI).

Menurut Tu Sop, Madinah adalah sebuah peradaban, sebuah komunitas besar dimulai dengan perjuangan Rasulullah Saw di Mekkah. Islam di Madinah menjadi kuat karena didukung apa yang disebut dengan para Rijal Haula Rasul, yakni tokoh-tokoh di sekeliling Rasul yang senantiasa membersamai perjuangan Rasulullah Saw dalam semua kondisi dan totalitas berjuang untuk Islam bersama Rasulullah Saw.

Tu Sop menyebut para tokoh di sekeliling Rasulullah Saw itu ada Umar bin Khatab dengan keberaniannya, Abdurrahman bin ‘Auf dengan ketokahannya. Ada yang ahli pengetahuan, ahli usaha dan banyak sahabat lainnya yang totalitas membantu perjuangan Rasulullah Saw. Mereka yang punya harta, difungsikan untuk Islam, yang punya tenaga digunakan untuk Islam.

“Maka, hal paling inti adalah bahwa hijrah Rasulullah ke Madinah untuk membangun sebuah komunitas bangsa yang mana mereka komit menjadikan agama sebagai jalan kehidupan mereka dan membuat dunia ini bersih dan teratur,” tutur Tu Sop.

Imam Al Ghazali, kata Tu Sop, pernah mengatakan dunia yang terurus dengan baik, aspek-aspek kehidupan yang terurus dengan rapi dan tertib adalah fardhu kifayah yang jika hal ini tidak selesai maka semua akan berdosa.

Oleh sebab itu, kata Tu Sop, ketika kita berfikir bahwa umat Islam harus sehat, maka harus ada dokter-dokter. Begitu juga ekonomi harus kuat karena itu modal untuk ibadah. “Kalau kita kekurangan para ahli yang paham ekonomi dan kedokteran, maka umat Islam akan berdosa. Apapun permasalahan maka Islam harus hadir memberi solusi, maka hal itu adalah bagian dari fardhu kifayah yang harus kita selesaikan”.

“Maka itu Islam lah umat Islam akan maju. Tidak ada pemisahan antara agama dengan kehidupan dunia. Umat Islam akan unggul saat mereka mengamalkan agamanya. Kalau sekarang ada pemikiran bahwa “kita akan maju dengan meninggalkan agama”, maka itu betul untuk kasus negara-negara Eropa yang memperoleh kemajuan setelah mereka meningalkan agama mereka,” ungkap Tu Sop.

“Sementara itu, dalam sejarah Islam, imperium atau Kerajaan-Kerajaan Islam dalam sejarahnya justru mereka mendapati kehancurannya setelah mereka meninggalkan Islam dan berjaya ketika mereka bersama Islam, menjadikan Islam sebagai bagian dari kehidupan mereka yang tidak terpisahkan antara Islam dan kehidupan dunia,” tambah Tu Sop.

Oleh karena itu, kata Tu Sop, ada ungkapan dari Umar bin Khatab yang sangat terkenal, yaitu “Kita adalah umat yang dimuliakan oleh Allah Swt dengan Islam. Maka jangan sekali-kali meninggalkan Islam”.

Sebelumnya, Ketua panitia kegiatan, Tgk. Ilham Mirsal, MA., dalam sambutannya mengatakan peresmian gedung baru STAI Tapaktuan sengaja dilaksanakan berbarengan dengan perayaan Tahun Baru Islam oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

Tgk. Ilham Mirsal menyebut setelah peresmian ini, kampus STAI yang tadinya berlokasi di Tapaktuan akan resmi pindah ke Pasie Raja.

“Alhamdulillah, sekarang resmi pindah ke gedung baru di Pasie Raja, dan mulai tahun ajaran ini, aktivitas pembelajaran sudah mulai aktif di kampus baru,” kata Tgk. Ilham Mirsal.

Acara itu dihadiri Pj. Bupati Aceh Selatan diwakili Asisten I Sekda Suhatril, S.H., M.Si., Ketua Yayasan STAI Sufyan Ilyas, S.Th.. M.H., Dr. Maidar Darwis, M.Ag., Ketua MPU Aceh Selatan Tgk. H. T. Armiya Ahmad, Ketua MAS, Sekretaris Kopertais, Tgk. Husen Yusuf dan Tgk Amran, mantan Bupati Aceh Selatan dan unsur Forkopimda lainnya. Selain itu, juga dihadiri para mahasiswa, masyarakat dan lebih dari seratusan tamu undangan lainnya.[](ril)

Baca juga: