BANDA ACEH – Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin, menyampaikan pesannya kepada keuchik yang ada di Banda Aceh. Berkenaan dengan mulai memanasnya suasana politik menjelang Pilpres.
Cek Zainal (sapaan akrab wakil wali kota) mengharapkan agar masyarakat untuk senantiasa mengedepankan tali silaturahmi di atas kepentingan politik.
“Silahkan pilih siapa saja yang kita sukai. Yang penting sesama kita jangan saling mengejek, menjelek-jelekkan, menghambat, dan menghadang. Bagi yang mau ‘lanjutkan’ silahkan, bagi yang mau presiden baru juga silahkan. Jangan sampai putus silaturahmi karena perkara Pilpres ini,” kata Zainal.
Dalam arahannya mengenang pesan pendahulunya saat ia dilantik menjadi Keuchik Lambhuk pada 1994 silam. “Pertama beliau berpesan bek latah (jangan latah).”
“Pada zaman lintas informasi serba cepat seperti sekarang ini, petuah tersebut mengingatkan agar senantiasa mengklarifikasi setiap informasi di berbagai media. Jangan langsung diterima mentah-mentah karena bisa jadi itu sudah dimanipulasi,” sambungnya.
“Kemudian beliau berpesan lagi; bek klo (jangan tuli). Artinya jika ada masalah di gampong bermusyawarah dan bermufakatlah dengan perangkat gampong. Mintai pendapat mereka, termasuk pada kaum ibu sehingga setiap keputusan atau kebijakan yang dikeluarkan menjadi milik bersama dan menguntungkan masyarakat,” katanya.[](rel)


