SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie menetapkan bencana banjir sebagai Tanggap Darurat Bencana. Penetapan darurat bencana sejak Senin, 23 Januari 2023 hingga 14 hari ke depan.
Status Tanggap Darurat Bencana Kabupaten ditetap dalam Rapat Koordinasi Organisasi Perangkat Daerah dipimpin Pj. Bupati Pidie, Ir. Wahyud Adisiswanto, di Pendopo Pidie, Senin, (23/1).
Setelah penetapan status darurat, semua kegiatan dikendalikan Badan Penanggulangan Benacana Daerah (BPBD) Pidie bekerja sama dengan instansi terkait.
Kepala Pelaksana BPBD Pidie, Rabiul, kepada portalsatu.com/, Selasa, 24 Januari 2023, mengatakan alasan/pertimbangan penetapan darurat bencana karena adanya pengungsi, masih ada wilayah yang terendam, serta banyak sarana dan prasarana hancur diterjang banjir.
“Setelah dilakukan evaluasi dari laporan stakeholder sudah layak ditetapkan tanggap darurat bencana,” ujar Rabiul.
Menurut Rabiul, mulai hari ini pihaknya terus bekerja mengumpulkan data kerusakan serta melakukan penanganan darurat infrastruktur yang rusak di semua wilayah terdampak banjir.
Untuk pembersihan dan perbaikan infrastuktur yang rusak, kata Rabiul, pihaknya menggandeng BUMN Adhi Karya membantu bahan bakar minyak. Sedangkan Bank Aceh dan BSI siap membantu kebutuhan lainnya.
Sumber dana yang akan digunakan, kata Rabiul, ada alokasi dana tanggap darurat yang dalam APBK. Dia enggan menyebut jumlah dana tersebut.[](Zamahsari)




