28.7 C
Banda Aceh
Kamis, Februari 9, 2023

Pj Wali Kota Lhokseumawe Wanti-Wanti ASN Soal Kedisiplinan Hingga Realisasi Anggaran

LHOKSEUMAWE – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, kembali mewanti-wanti para Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintah kota ini soal kedisplinan, pemakaian atribut, tugas dan fungsi, hingga realisasi dan akuntabilitas anggaran agar tidak bermasalah.

Wanti-wanti atau pesan sungguh-sungguh itu disampaikan Imran pada upacara memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58, di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Senin, 14 November 2022.

“Kedisplinan itu harus datang dari diri Anda masing-masing. Saya menginginkan sebenarnya seluruh ASN yang mengikuti upacara pada pagi hari ini, sebelum jam 08.00 WIB seharusnya sudah ada di sini. Tetapi, ketika upacara sudah dimulai pun, ternyata masih ada ASN yang terlambat,” kata Imran.

Selain itu, kata Imran, terkait pemakaian atribut ASN sudah berulang kali ia sampaikan. “Tolong atributnya diperhatikan betul, papan nama, simbol, emblem. Saya sengaja setiap hari mengenakan atribut semuanya sebagai contoh (bagi para ASN),” ujarnya.

“Apalagi (masih ada ASN) sampai papan nama pun tidak ada. Saya khawatir di dalam satu ruangan (kerja) pun tidak saling kenal satu sama lain khususnya di Pemko Lhokseumawe. Saya berharap kepada ASN untuk memakai atribut yang lengkap, minimal saat melaksanakan apel semacam ini antar-instansi itu bisa saling kenal, dan antar-satu ruangan pun bisa saling mengenal, sehingga koordinasi kita bisa berjalan dengan baik,” tutur Imran.

Imran juga mengingatkan kembali soal jam kantor. Jangan sampai setiap hari kerja ada ASN di warung kopi, sehingga harus ditertibkan oleh Satpol PP baru ke ruang kerja masing-masing. “Sekali lagi, jangan sampai yang ada di warung kopi pada saat jam kerja harus ditertibkan atau dihalo-halo oleh Satpol PP untuk kembali ke ruang kerja masing-masing”.

“Ini sudah cukup kita paksa-paksa. Saya pikir tiga bulan menerapkan secara agak dipaksakan dan mudah-mudahan pada bulan keempat tidak perlu lagi dipaksa seperti itu. Sudah bisa tumbuh kesadaran masing-masing dari ASN yang ada di Pemerintah Kota Lhokseumawe,” tegas Imran.

Imran turut mengingatkan ASN untuk memahami tugas dan fungsi yang dijalankan. “Hampir semua eselon III saya sudah melakukan asesmen, termasuk beberapa eselon II. Ternyata masih ada juga yang belum memahami tugas dan fungsi yang dikerjakan. Ini tolong luangkan waktu untuk baca Peraturan Wali Kota terkait dengan tugas dan fungsi dari masing-masing instansi,” imbuhnya.

“Saya berharap kepada ASN menjadi corongnya publikasi, sosialisasi terkait dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Jangan justru ASN ini menjadi provokator untuk menolak kebijakan-kebijakan yang ada di Pemko. Berikan penjelasan yang baik kepada seluruh elemen masyarakat berkenaan kebijakan tersebut,” kata Imran.

Imran menyatakan sampai saat ini kebijakan yang ia jalankan sebagai Penjabat Wali Kota Lhokseumawe adalah kebijakan-kebijakan yang sudah diambil sebelumnya. “Artinya, bapak-ibu (para ASN) lebih paham dan lebih mengerti dibandingkan dengan saya yang baru masuk lebih kurang empat bulan menjadi Pj Wali Kota”.

“Jangan tiba-tiba ketika ada yang memprotes, ada yang menggugat kebijakan maka larinya ke Pj. Wali Kota. Pj. Wali Kota yang diminta menjelaskan kebijakan-kebijakan yang seharusnya bapak-ibu lebih mengerti dan memahami dibandingkan dengan saya,” ujar Imran.

Imran menambahkan saat ini sudah memasuki bulan-bulan terakhir untuk realisasi kegiatan dan anggaran. “Tolong setiap Kepala SKPK (Satuan Kerja Perangkat Kota) di Pemko Lhokseumawe untuk memonitor pelaksanaan dan realisasi anggaran di unit kerja masing-masing”.

“Pemko ini punya anggaran kecil, tolong manfaatkan anggaran yang kecil itu seefektif dan seefisien mungkin, sehingga pada akhir tahun anggaran nantinya tidak ada SiLPA. Kita sudah upayakan jangan sampai ada defisit pada 2022 ini. Kemudian, jangan sampai ada permasalahan di dalam akuntabilitas pelaksanaan anggaran dan kinerja,” tegas Imran.

Imran mengingatkan semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau SPKP supaya bertanggung jawab terkait kedisiplinan stafnya masing-masing, ASN harus menjadi corongnya pemerintah untuk menyuarakan kebijakan-kebijakan, dan masalah realisasi anggaran harus menjadi perhatian.

“Jadi, tidak perlu lagi dipaksa-paksa untuk disiplin serta untuk memakai atribut yang lengkap, dan mematuhi jam kantor. Kepala SKPK punya tanggung jawab untuk menertibkan itu semuanya. Kalau memang tidak mempan dengan teguran tertulis, berarti mau tidak mau minta berhenti menjadi ASN, itu silakan diproses sama saya,” pungkas Imran.

Tidak boleh lengah

Dalam upacara memperingati HKN itu, Pj. Wali Kota Lhokseumawe juga membacakan sambutan tertulis Menteri Kesehatan RI. HKN ke-58 tahun 2022 mengangkat tema “Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku”. Tema ini dipilih untuk menggambarkan bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang secara bersama, bahu membahu, dan bergotong-royong dalam menghadapi situasi kesehatan di masa pandemi Covid-19. Sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dan produktif agar Indonesia kembali bangkit dan kembali sehat.

“Tantangan yang kita hadapi sangat berat. Semua negara, di seluruh dunia, sedang menghadapi ujian. Krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya pulih. Namun, di tengah tantangan yang berat, kita patut bersyukur, Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini. Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19, termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan total 442 juta dosis vaksin telah disuntikkan sampai Oktober 2022,” kata Menkes.

Meskipun begitu, kata Menkes, kita tidak boleh lengah. Sejak Oktober, Kemenkes telah mendeteksi adanya kenaikan kembali kasus Covid-19. Data kematian menunjukkan 4 dari 5 pasien meninggal belum divaksinasi booster. Proporsi pasien yang meninggal akibat Covid-19 tiga kali lebih banyak pada kelompok lansia dibandingkan yang bukan lansia. “Oleh karena itu, mari terus ingatkan masyarakat untuk melengkapi vaksinasi Covid-19 dengan booster”.

Meski dihadapkan pada prioritas penanganan Covid-19, pada saat yang sama pemerintah juga terus melakukan upaya penanganan masalah kesehatan lainnya yang merupakan program prioritas nasional. Seperti penurunan angka kematian lbu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), menurunkan angka stunting pada balita, memperbaiki pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta meningkatkan kemandirian penggunaan produk farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.

Kemenkes saat ini sedang melakukan transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada 6 pilar, untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, produktif, dan berkeadilan. Sekaligus sebagai bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi masalah kesehatan di masa akan datang.

Adapun fokus 6 pilar transformasi kesehatan adalah transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan.[]

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

Edar Ganja, Seorang Kakek di Pidie Ditangkap Polisi

SIGLI - Seorang kakek berinisial B (60 tahun), warga Gampong Puuk, Kecamatan Delima, Kabupaten...

Normalisasi Sungai dan Drainase BPBD Pidie Kerahkan Enam Beko

SIGLI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie mengerahkan enam alat berat ekskavator (beko)...

Habibi Inseun: Partai Buruh Aceh Konsisten Perjuangkan Hak Para Buruh

"Partai Buruh lebih bertekad dan berharap dapat mengisi parlemen, mendapat amanat dari rakyat, petani,...

Menyoal Komitmen Partai Lokal Aceh

Menurut lansiran laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, (akses Januari 2023) KPU telah menetapkan...

LSM Desak Pemko Lhokseumawe Tes Urine Semua Pejabat, Jangan Hanya Tenaga Kontrak

LHOKSEUMAWE - Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh mempertanyakan kebijakan Pemko Lhokseumawe yang...

PKK Subulussalam Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Penanggalan Timur

SUBULUSSALAM - Tim Penggerak PKK Kota Subulussalam menyerahkan bantuan sembako, pakaian layak pakai dan...

Sepuluh Anggota PPS Pidie Diganti, Ini Alasan Ketua KIP

SIGLI - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie mengganti 10 anggota Panitia Pemungutan Suara...

Presiden Jokowi akan Kunjungi Aceh Utara, Korem Lilawangsa Gelar Apel Pasukan

LHOKSEUMAWE - Presiden RI, Joko Widodo, akan berkunjung ke Lhokseumawe dan Aceh Utara, Jumat,...

Tgk M Yunus Sambut Baik Pemberangkatan Umrah Melalui Bandara SIM

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Fraksi Partai Aceh, Tgk. M...

Rakor CSR, Pj Wali Kota Lhokseumawe: Janji-Janji, Realisasinya Mana?

LHOKSEUMAWE – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, menunjukkan sikap tegas di hadapan perwakilan...

Ketua PKS Aceh: Semua Pihak Perlu Duduk Kembali, Rembuk UUPA

"Setahu saya, itu kan sudah disahkan oleh Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), tinggal, ya, kemudian...

MaTA Sorot Sejumlah Proyek APBN di Aceh Mangkrak, Bendungan Irigasi Hingga Rumah Susun Pesantren

BANDA ACEH – Masyarakat Transparasi Aceh (MaTA) menyoroti sejumlah proyek bersumber dari APBN tahun...

JASA Bireuen Nilai DPRA Bungkam Terkait Bendera Bintang Bulan

"Kami mempertanyakan, kami ingin DPRA memperjelas qanun bendera Aceh yang sudah disahkan oleh pemerintah...

Persaudaraan Aceh Seranto Sampaikan Dukacita Atas Gempa Turki

"Saya mewakili seluruh pengurus PAS Aceh meluangkan dukacita mendalam untuk korban gempa Turki dan...

PUPR Aceh Utara Paparkan Perjuangan Lahirnya Proyek Jembatan Sarah Raja, Balai Jalan Nasional Harus Tuntaskan

ACEH UTARA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara merespons terkait...

Pengulu Desa Lestari Dipanggil Kejari Gayo Lues, Ini Kasusnya

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gayo Lues memanggil Pengulu (Kepala Desa) Lestari atas...

Proyek Jembatan Gantung Sarah Raja-Sarah Gala Diduga Mangkrak

ACEH UTARA - Warga Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh...

Anies Baswedan Disebut Utang Rp 50 Miliar ke Sandiaga Uno

JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

Terima Pengurus IDI, Ketua DPRK Diskusikan Stunting di Banda Aceh

BANDA ACEH - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar,...

Tekan Inflasi, Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah 5 Hari Berturut-turut di 5 Lokasi

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh terus melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga...