BerandaBerita LhokseumawePokdakan Binaan Koperasi 'Monjaya' Tebar 650 Ribu Benih Udang Vaname di Uteun...

Pokdakan Binaan Koperasi ‘Monjaya’ Tebar 650 Ribu Benih Udang Vaname di Uteun Bayi

Populer

LHOKSEUMAWE – Enam Kelompok Pembudidaya Ikan/Udang (Pokdakan) binaan Koperasi Produsen Serba Usaha ‘Monjaya’ menebar 650 ribu benur udang vaname di lokasi percontohan budi daya udang vaname sistem bioflok di Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Senin, 20 Juni 2022, sore.

“Ini merupakan lanjutan atau pengembangan dari bantuan Otsus Kota Lhokseumawe tahun lalu. Benih dari bantuan saat itu ditebar pada Desember 2021, dan panen puncak pada April 2022. Setelah fermentasi air kolam, kemarin sore diterbarkan lagi sebanyak 650 ribu benih udang vaname untuk 13 kolam yang dikelola enam Pokdakan binaan kita,” kata H. Ismuha Ismail, Pemrakarsa KPSU ‘Monjaya’, Selasa (21/6).

Menurut Ismuha, pemrakarsa program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya ikan/udang vaname sistem bioflok untuk Lhokseumawe dan kabupaten/kota lainnya di Dapil-2 Aceh adalah H. T. A. Khalid, Ketua DPD Gerindra Aceh dan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra.

“Benih udang vaname yang ditebar kemarin sore, insya Allah, akan panen paling lambat empat bulan kemudian. Tapi, umur 65 hari akan dilakukan pancong atau panen kecil 10 ribu udang atau sekitar 100 kg (90 sampai 100 udang/kg). Dan, umur 80 hari panen kecil lagi 10 ribu udang, di mana 80 hingga 90 udang per kg,” ujar Ismuha.

Menurut Ismuha, dari total 650 ribu benih udang vaname yang ditebar di 13 kolam atau 50 ribu benur/kolam, secara hitungan teknis akan aus atau mati 20%. “Sehingga setelah dua kali dilakukan panen kecil, maka tinggal 20 ribu benih udang untuk pembesaran selambat-lambatnya sampai 120 hari, tapi kadang-kadang 100 atau 115 hari sudah bisa kita panen,” tuturnya.

Ditanya berapa kira-kira pendapatan akan diterima anggota Pokdakan dari hasil panen puncak nantinya, Ismuha mengatakan, “perkiraan kami sekitar Rp1 juta per anggota kelompok, dan itu sudah kita potong untuk kebutuhan bulan berikutnya baik untuk benih, perawatan, biaya listrik, dan lain-lain”.

“Mudah-mudahan, 60 anggota kelompok itu akan memperoleh Rp300 ribu sampai Rp350 ribu per bulan/orang,” tambah Ismuha.

Menurut Ismuha, khusus anggota Pokdakan yang menjadi penjaga kolam, pendapatan yang akan diterima nantinya lebih besar. “Penjaga kolam sembilan orang, karena lokasi di dua tempat tapi berdekatan. Satu lokasi enam penjaga, satu lokasi lagi tiga penjaga. Penjaga kolam akan mendapatkan 20% dari keuntungan bersih nantinya,” ujarnya.

“Penjaga kolam itu diambil secara bergantian setiap siklus. Jadi, anggota kelompok yang jadi penjaga kolam mendapat dua kali bagian, ongkos jaga dan hak keuntungan kelompok. Kita buat per siklus supaya merata pendapatan yang diterima anggota kelompok. Kita harapkan pendapatan yang diperoleh dari hasil pembudidayaan udang vaname ini nantinya bisa mereka gunakan untuk modal usaha lainnya, misalnya peternakan kambing,” kata Ismuha.[](*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya