TAPAKTUAN – Tim Polres Aceh Selatan dan Polsek Kota Tapaktuan sedang melacak dan memburu pelaku yang berencana membobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI Unit Kota Tapaktuan, Selasa, 3 Januari 2017, sekitar pukul 05.10 WIB. Meskipun pelaku tidak berhasil menguras uang dalam ATM, tetapi akibat perbuatannya tersebut mengakibatkan bagian luar mesin ATM mengalami kerusakan.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK dikonfirmasi melalui Kapolsek Kota Tapaktua AKP Mustafa di Tapaktuan, Selasa, 3 Januari 2017 menyatakan untuk memburu tersangka yang mencoba membotol mesin ATM BRI tersebut pihaknya telah memeriksa kamera pemantau (CCTV) milik bank tersebut. Selain itu, upaya pelacakan tersangka juga dilakukan dengan cara membuka kepemilikan sepeda motor BL 4359 ER yang ditinggalkan pelaku di lokasi kejadian.

“Hasil pemeriksaan CCTV aksi tersebut dilakukan tersangka tunggal dengan memakai helm dan jaket. Namun saat melarikan diri karena telah ketahuan penjaga bank, tersangka meninggalkan satu sepeda motor merek Honda Revo BL 4359 ER,” kata Mustafa.

Karena nomor polisi sepeda motor tersebut berasal dari Kabupaten Aceh Barat, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Polres Aceh Barat untuk membuka data kepemilikan kendaraan tersebut.

“Permintaan kita untuk membuka data kepemilikan kendaraan tersebut telah ditindaklanjuti pihak Polres Aceh Barat. Namun sejauh ini hasilnya belum disampaikan karena masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan keabsahan dan kevalidan pemilik kendaraan dimaksud,” ungkapnya.

Mustafa menjelaskan, karena aksinya cepat diketahui penjaga bank, akhirnya pelaku tidak berhasil menguras uang. Namun dalam aksinya pelaku sudah sempat mencongkel penutup mesin ATM bagian bawah yang diperkirakan tempat uang.

“Dalam aksi ini pelaku tidak sempat menguras uang hanya saja penutup mesin ATM bagian bawah mengalami kerusakan akibat dicongkel paksa oleh pelaku,” jelas Mustafa.

Upaya pembobolan mesin ATM BRI Unit Kota Tapaktuan ini pertama kali terungkap saat penjaga bank plat merah tersebut, M. Yusuf terbangun ketika mendengar suara sedang dicongkel sesuatu oleh seseorang dari dalam bilik mesin ATM di bagian depan kantor Bank BRI atau pinggir Jalan Merdeka, Kota Tapaktuan.

Untuk memastikan suara mencurigakan tersebut, Yusuf mengecek melalui kamera pemantau CCTV dari dalam ruangan bank. Di dalam bilik mesin ATM itu, dia melihat seseorang sedang berupaya mencongkel mesin ATM.

“Sebelumnya dia sempat mengira orang yang berada dalam bilik mesin ATM itu sedang menarik uang. Namun, karena mendengar suara seperti ada yang sedang dicongkel sesuatu kemudian dia menaruh curiga. Setelah dilihat dari CCTV benar bahwa ada seseorang yang sedang berupaya membobol mesin ATM,” kata Mustafa mengutip keterangan Yusuf.

Untuk menghentikan aksi pelaku, kata Mustafa, Yusuf keluar dari dalam bank. Saat Yusuf sudah berada di depan kantor Bank BRI, lanjut Mustafa, dia melihat dari jauh ada seorang pria mengunakan helm dan jeket sedang berlari ke arah Kantor PWI. Saat itu Yusuf sempat berupaya mengejarnya, tetapi pelaku dengan sigap terus menghilang.

Menurutnya, mengingat kondisi masih gelap akhirnya Yusuf menghentikan upaya pengejaran sehingga pelaku berhasil kabur.

“Saat itu M. Yusuf sempat melihat pelaku melarikan diri ke arah gang rumah makan Soni, lalu menghilang dalam kegelapan malam,” ujarnya.[]

Laporan Hendrik