SUKA MAKMUE Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagan Raya merekonstruksi pembunuhan Masdiana, 25 tahun, di Mapolres setempat, Rabu, 19 Juli 2017 sekitar pukul 10.30 WIB. Masdiana merupakan guru honorer yang diduga dibunuh oleh suaminya sendiri, Junaidi, 34 tahun, bersama dengan sepupunya, M Daud.
Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi menyebutkan rekonstruksi sengaja dilakukan di Mapolres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita lakukan di sini karena menimbang keselamatan dari pelaku dan kondisi di lapangan sendiri,” kata Mirwazi.
Hadir dalam rekonstruksi tersebut pihak Jaksa Penuntut Umum atau JPU Kejari Nagan Raya, saksi-saksi pembunuhan, seta tim penyidik dari Satreskrim Polres Nagan Raya.
Sebelumnya diberitakan, Tim Polres Nagan Raya berhasil mengungkap tersangka pembunuh Masdiana, guru honorer sebuah SMP, setelah menemukan handphone (HP) milik korban. Tersangka kasus itu, Junaidi, yang merupakan suami Masdiana, ditangkap di kediamannya, Gampong Alue Getah, Kecamatan Darul Makmuer, Nagan Raya, Selasa, 20 Juni 2017, malam.
Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi, Rabu, 21 Juni 2017, mengatakan, tersangka Junaidi ditangkap bersama rekannya, Muhammad Daud, warga Gampong Puloe Teungoh, Kecamatan Darul Makmuer. Daud diduga membantu Junaidi membunuh Masdiana.
“Terima kasih atas doa kita semua, pelaku pembunuhan Masdiana yang terjadi beberapa waktu lalu sudah kita amankan. Ada dua orang yang merupakan pelaku dalam kasus ini, salah satunya merupakan suami korban, kata Mirwazi.
Mirwazi menjelaskan, tersangka pembunuhan tersebut berhasil diungkap setelah polisi menemukan dua HP milik korban yang hilang. Ternyata HP itu telah digadaikan oleh Daud kepada salah seorang warga di Aceh Barat.
“Setelah kita temukan HP korban, semakin mudah untuk kita mengembangkan, hingga pertama menunjuk Muhammad Daud sebagai pelaku. Dari pengakuan Muhammad Daud mengatakan Junaidi sebagai otak dalam kasus ini,” ujar Mirwazi.
Masdiana, 25 tahun, sebelumnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di rumahnya di Gampông Alue Getah, Kecamatan Darul Makmuer, Nagan Raya, Kamis, 15 Juni 2017.
Korban ditemukan tergeletak di samping tempat tidurnya dengan kondisi lebam dan luka di bagian leher. Saat ditemukan Masdiana yang diketahui sebagai guru honorer di sebuah SMP itu itu juga dalam kondisi tak berbusana.[]




