LHOKSEUMAWE – Polisi menyelidiki insiden bocor tabung gas LPG isi 12 kg yang mengakibatkan 7 orang terbakar di Gampong Alue Keureunyai, Kecamatan Bandar Baro, Aceh Utara pada Rabu, 27 Desember lalu.
“Kita sedang selidiki penyebab kejadian, barang bukti tabung gas langsung diamankan petugas subsektor Bandar Baro sesaat setelah insiden,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Nisam, Ipda Amir Husen, Sabtu, 30 Desember 2017 kemarin.
Amir mengatakan, selain mengambil keterangan saksi, polisi juga akan meminta keterangan dari korban yang kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum PT Arun.
“Korban akan kita periksa setelah dinyatakan benar-benar sembuh oleh dokter,” ujar Kapolsek.
Arif Aulia, 22 tahun, salah satu korban yang juga pemilik rumah tempat kejadian saat diwawancara portalsatu.com/, Kamis, 28 Desember lalu di RS PT Arun, mengaku gas tersembur keluar dari katup tabung setelah berusaha memperbaiki regulator di dapur.
Pada hari itu, warga yang didominasi kaum ibu-ibu sedang memasak mempersiapkan penganan acara tahlilan malam ketiga meninggalnya Nazaruddin, ayah Arif Aulia.
Saat gas bocor, Arif berteriak meminta warga yang berada di rumahnya agar memadamkan api, listrik, dan tidak menyalakan lampu. Dia kemudian mengangkat tabung bocor yang dimasukkan ke dalam ember berisi air di kamar mandi.
Nahasnya, beberapa meter dari kamar mandi yang terbuka itu, sejumlah ibu-ibu sedang memasak menggunakan kayu. Gas yang lepas ke udara akhirnya tersambar api dari tungku memasak tersebut. Api juga menyambar sisa gas yang bocor di dapur.
“Saya pasang regulator pada katup tabung gas yang baru saja dibeli oleh saudara. Tapi kompor tidak menyala, saya cabut regulator, kemudian saya pasang lagi, kompor juga belum menyala, nah saat saya cabut lagi, di situlah gas menyembur dari katup,” ucap Arif yang mengalami luka bakar di lengan kaki dan di bagian rambut.
M. Nasir, kerabat Aulia, menjelaskan api menyambar orang-orang yang berada di dapur dan yang dekat dengan tungku api, di halaman belakang rumah. Api benar-benar padam dari katup tabung setelah gasnya kosong.
“Satu jam lebih api menyala di katup tabung, kami tidak berani mendekat karena takut meledak. Jadi, kami biarkan saja sampai gasnya habis,” kata Nasir.
Ia menjelaskan sesaat setelah kejadian sekitar pukul 14.30 WIB, korban langsung dilarikan ke RS PT Arun menggunakan mobil pick up.
Sementara itu, dari data medis RS PT Arun, selain Arif Aulia, ada enam korban lain yang terbakar akibat insiden ini. Mereka masing-masing, Hamidah 72 tahun dan Fatimah 70 tahun, yang keduanya mengalami luka bakar serius dari kaki sampai kepala. Adapun 4 korban lain menderita luka bakar ringan, yaitu Julia Nur, T. Rasya, 10 tahun, Mulyani, 31 tahun, dan Nurhayati, 71 tahun.[] (*sar)





