Senin, Juli 15, 2024

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...

Kadispora Lhokseumawe Apresiasi Pejuang...

LHOKSEUMAWE - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Provinsi Aceh di Aceh Timur...
BerandaPolisi Serahkan Tersangka...

Polisi Serahkan Tersangka Pemerkosa Nenek 74 Tahun ke Jaksa

LHOKSUKON – B (35) tersangka pemerkosa nenek berusia 74 tahun diserahkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Utara karena berkas perkara telah dinyatakan lengkap atau P21. Penyerahan tersangka dan barang bukti itu dilakukan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Aceh Utara, Kamis, 26 September 2019.

“Jaksa telah menyatakan berkas perkaranya P21. Tersangka dan barang bukti telah kita serahkan ke jaksa, kemarin (Kamis),” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama kepada portalsatu.com, Jumat, 27 September 2019.

Sebelumnya, B (35) warga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara yang diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap H (74 tahun) warga Kecamatan Baktiya, terancam hukuman 12 tahun kurungan penjara. 

Hal itu disampaikan Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Iptu Rezki Kholiddiansyah (Kasat Reskrim Lama) dalam konferensi pers digelar di halaman Mapolres setempat, Kamis, 1 Agustus 2019. 

“Tersangka kita jerat Pasal 285 KUHPidana, yaitu barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan istrinya bersetubuh dengan dia, dihukum karena memerkosa dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” kata Rezki.

Hasil pemeriksaan tersangka dan korban, kata Rezki, diketahui pada 24 Juli 2019 pukul 11.00 WIB, tersangka B dan Istrinya, F mendatangi rumah korban dengan maksud mencari ayam jantan putih. Saat itu, korban mempersilakan pasutri itu untuk minum air kelapa muda, kemudian korban masuk rumah dengan tujuan membuat teh.

“Korban mempersilakan keduanya masuk rumah untuk minum teh. Saat itu korban mengeluh sakit di bagian pinggang dan lutut. F menyuruh suaminya, B untuk mengobati korban. Kala itu F juga membujuk korban agar mau diobati oleh B. Di dalam kamar, B meminta korban mengangkat baju sebatas dada, kemudian ia memijit bagian pinggang, lutut dan lainnya. Sementara F tiduran di ruang tamu,” kata Rezki.

Rezki menyebutkan, F, istri tersangka masih ada hubungan famili dengan korban. Pada tahun 2017 lalu, F pernah pergi sendiri ke rumah korban.

“Di dalam kamar, B sempat berkata, 'kalau nenek mau sembuh, nenek harus berhubungan intim dengan saya'. Kemudian B menyuruh korban masuk kelambu dan melakukan perbuatan tersebut. B juga mengoleskan sisa spermanya ke tubuh korban lalu berkata, 'nek, jangan mandi dulu, nanti obatnya hilang'. Keesokan harinya, korban menceritakan kejadian itu kepada anaknya, hingga akhirnya B ditangkap warga setempat saat kembali melewati gampong tempat tinggal korban pada 28 Juli 2019 sekitar pukul 11.00 WIB,” ungkap Iptu Rezki.[]

Baca juga: