IDI RAYEUK- Berdasarkan hasil evaluasi, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh mengumumkan, Polres Aceh Timur tercatat peringkat pertama pengungkapan kasus dengan persentase mencapai 70,06 persen.
Kasus kriminalitas di wilayah hukum (Polres Aceh Timur) selama 2015 mencapai 588. Penyelesaiannya mencapai 412 kasus. Ini prestasi yang pertama selama berdirinya Polres Aceh Timur di Idi sebagai pusat pemerintahan (Ibukota) Pemkab Aceh Timur, kata Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, S.Ik., M.H. didampingi Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruhu, S.H., melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Sabtu, 30 Januari 2016.
AKBP Hendri Budiman menjelaskan, berdasarkan perangkingan polres se-Aceh, Polres Aceh Timur 588 kasusterungkap 412 (70,06 persen), disusul posisi kedua yaitu Polres Pidie 606 kasusterungkap 395 (65,18 persen), peringkat ketiga Polres Aceh Utara 416 kasusterungkap 264 (63,46 persen), dan urutan keempat Polres Aceh Tamiang 632 kasusterungkap 383 (60,60 persen).
Selanjutnya, secara berurutan Polres Aceh Selatan 225 kasusterungkap 135 (60,00 persen), Polres Nagan Raya 352 kasusterungkap 210 (59,65 persen), Polres Langsa 780 kasusterungkap 462 (54,23 persen), Polres Sabang 46 kasusterungkap 26 (56,52 persen), Polres Simeulue 179 kasusterungkap 101 (56,42 persen), Polres Gayo Lues 152 kasusterungkap 85 (55,92 persen).
AKBP Hendri menambahkan, kasus menonjol yang ditangani pihaknya yakni terkait pembunuhan. Selama tahun 2015 terdapat lima kasus pembunuhan. Alhamdulillah, semuanya terungkap dengan baik, bahkan pelaku maupun motifnya juga terungkap, katanya. Kasus dimaksud, kata dia, termasuk kasus kriminal bersenjata api juga banyak yang diungkap.
Meskipun prestasi itu telah diraih, Kapolres Hendri Budiman berharap jajarannya terus meningkatkan kinerja dan sinergitas sesama aparat penegak hukum.
Ini juga berkat peran serta insan pers yang telah mendukung dan mengawal setiap kasus yang kita tangani. Kecepatan, ketelitian, ketelatenan dan keuletan anggota dalam menangani kasus perlu terus diasuh dan ditingkatkan, ucap Hendri Budiman.[] (idg)



