Profil Thayeb Loh Angen
–Diperbaharui Mei 2026–

Nama: Thayeb Loh Angen memiliki atau lahir Muhammad Thaib bin Sulaiman, lahir pada 1 Februari 1979 di Paloh Dayah, Lhokseumawe, Aceh, Sumatra, Indonesia.

Ibunya Cut Zubaidah binti Teuku Juhan bin Teuku Musa bin Teungku Lam Paseh.
Ayahnya: Teungku Sulaiman bin Utoh Dadeh bin Abdullah bin Haji Makmur bin Haji Saleh.

1985: Sekolah MIS Meuria Paloh.

1993 – 1999:

Dia mengikuti Pendidikan formal di Madrasah Ibtidiyah Paloh, Madrasah Tsanawiyah Misbahul Ulum Paloh, Madrasah Aliyah Misbahul Ulum Paloh. Bersamaan ini, dia mengikuti Pendidikan agama Islam di Pesantren (Dayah) Nurul Muhtadie, Paloh, dengan sistem pendidikan dayah Aceh secara umum.

Pada tahun 1999, setelah tamat Madrasah Aliyah, Thayeb Loh Angen mengikuti pelatihan gerilyawan yang dibuat oleh anggota ASNLF (Aceh Sumatra national Liberation Front) di kawasan Aceh Utara. ASNLF kemudian dikenal dengan sebutan GAM (Gerakan Aceh Merdeka.

2001
Menulis puisi yang kemudian salah satunya disiarkan di rubrik “Kakilangit” majalah Sastera “Horison” berjudul “Bocah-Bocah Terpaku” atas nama pengarang Ïrfan Maulana” yang diulas oleh Maman S Mahayana.

Pada tahun 2003, Thayeb Loh Angen mengikuti pelatihan menjadi pelatih (muallimin) mewakili Polisi Militer (Bentara Militer) Wilayah Samudra Pase (sekarang Wilayah Kuta Pase dan Wilayah Pase), masuk wilayah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Pada saat itu GAM telah menjadi gerakan politik yang memiliki pasukan militer sejenis infantri secara luas  di seluruh wilayah Aceh dan terstruktur rapi.

Pada 15 Agustus 2005, Pemerintah Republik Indonesia dan GAM menandatangani kesepahaman di Helsinki, Finlandia. Hal tersebut menyebabkan seluruh anggota GAM bereintegrasi (kembali ke dalam masyarakat sebagai WNI) dan memperjuangkan Aceh melalui partai politik lokal.

Thayeb Loh Angen memilih jalur di luar partai politik dan tidak melibatkan diri dalam perpolitikan. Dia menjalani reintegrasi secara utuh di luar politik dengan mendalami kembali dunia tulis menulis dan memilih minat pada sastra, jurnalistik, seni, dan budaya. Saat ini nama Thayeb Loh Angen telah digunakan.

2005

– Menulis naskah roman berjudul “Retina‘yang pada tahun 2006 menjadi juara 2 sayembara Novel se-Aceh yang dilaksanakan oleh Lembaga Kebudayaan Tikar Pandan, dan pada tahun 2009 diterbitkan dengan judul “Teuntra Atom”.

2006

– Ikut mendirikan Sanggar Seni Seuneumah Nanggroë di Palôh Dayah.

– Mengikuti pelatihan pengembangan kepribadian (Self Development), kepemimpinan (Leadership), dan penanganan perkara (conflict resolution).

– Tahun ini pula, bersama beberapa handai taulan, dia membentuk panitia pembangunan Masjid Assa’adah Teungku Chik Di Paloh.

2008 (Sampai 2010)

Menjadi redaktur di koran Harian Aceh yang berkantor di Banda Aceh.

– Novelnya berjudul Teuntra Atom diterbitkan oleh CAJP
-Ke Propinsi Selatan, Sri Lanka, dalam program kunjungan pendidikan bersama Yayasan Fajar Hidayah, sebagai utusan kementerian luar negeri RI, untuk membantu pendidikan di propinsi berpenduduk muslim di negara tersebut.

– Dia ikut mendirikan Lembaga Budaya Saman yang menerbitkan majalah budaya “Saman Cultural Magazine”..

2012

– Bersama Mehmet Ozay dan Nia Deliana, ikut mendirikan lembaga kebudayaan antara bangsa bernama Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (PuKAT).
– Atas nama PuKAT bekerja sama dengan ACC (Aceh Community Center) Sultan II Selim, membuat seminar kebudayaan secara sukarela dan berkala dari 2013 sampai 2016.

2013

Membuat sekolah lepas, Sekolah Hamzah Fansuri.

2014:

Menerbitkan novel keduanya, berjudul ”Aceh 2025”, Penerbit: Yatsrib Baru.

2015:

Menjadi redaktur Tabloid Pikiran Merdeka (3 Bulan).

2015 (Sampai sekarang-2026):

Menjadi redaktur di media online portalsatu.com.

2016:

Mengikuti Konferensi Internasional “Failed Coup and The Future of Civil Society in Turkey”, di Marmara University, Uskudar, Istanbul, Turki, 26-27 November 2016.

2018:

-Ikut mendirikan Majelis Seniman Aceh (MaSA), lalu ditunjuk sebagai sekretaris Jenderal (Sampai sekarang).

-Lulus menjadi peserta “Residensi Penulis Indonesia 2018” yang merupakan Program Beasiswa Unggulan – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Tujuan residensi adalah Batam, dengan kegiatan penelitian untuk novel ketiganya, yang belum diterbitkan.

2021 (Sampai sekarang):

Menjadi direktur (CEO) PT Portal Media Utama (penerbit media portalsatu.com).

2022:

Menjadi Sekretaris Jenderal Majelis Seniman Aceh (MaSA) – sampai sekarang.

Tahun 2025

Menulis sebuah buku “Syair Rubai Syariat Musafir”. Bentuk: Syair berbentuk rubai (quatrin) dengan buhu sepuluh. Isi: Pengembaraan batin dan pemikran tentang ilmu kalam (teologi Islam) dan tasauf modern.

Pada 2-3 Agustus 2025, membawa kafilah sastera dari Aceh, atas nama Majelis Seniman Aceh (MaSA) untuk mengikuti acara “Seminar Penulis Sastera Perempuan Se-Nusantara, di Bandaraya Melaka, Malaysia. Acara tersebut diikuti para penulis dari Malaysia, Thailand Selatan, Singapura, Brunei Darussalam, Indonesia. Dalam hal ini, mewakili Indonesia, diikuti tujuh orang. Dua orang dari Surabaya dan Jakarta dan lima orang dari Aceh.

2026 – Buku Kumpulan syair rubai berjudul “Syair Rubai Syariat Musafir”, diterbitkan oleh The Gayo Institute dan PT. Portal Media Utama.

Selain menulis buku novel dan buku puisi, Thayeb Loh Angen menulis juga esai, puisi, dan cerita pendek yang disiarkan di beberapa media cetak dan elektronik.[]