SUBULUSSALAM – Pemerintah pusat melalui sumber dana APBN 2021 kembali mengucurkan anggaran untuk program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kota Subulussalam bertujuan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Jika sebelumnya di tahun 2020 Kota Subulussalam mendapat kucuran dana senilai Rp1 miliar pembangunan pasar rakyat program KOTAKU, kini di tahun 2021 program KOTAKU berbasis pemulihan ekonomi masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

Koordinator KOTAKU Kota Subulussalam, Eka Ariadi mengatakan program KOTAKU tahun 2021 dilaksanakan di 8 desa tersebar di 4 kecamatan yakni Simpang Kiri meliputi Desa Subulussalam, Subulussalam Barat, Tangga Besi dan Kuta Cepu.

Berikutnya Kecamatan Penanggalan yaitu Desa Lae Bersih dan Lae Motong. Lalu di Sultan Daulat, Kampong Gunung Bakti serta Desa Sibungke Kecamatan Rundeng.

Program bantuan KOTAKU tahun ini tidak ada pembangunan infrastruktur baru namun hanya berupa pemeliharaan aset infrastruktur yang dibangun oleh program KOTAKU, maupun program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), pemeliharaan dan perbaikan yang dikerjakan secara Swakelola Masyarakat (BKM/LKM).

Walkot Bintang didampingi pejabat PUPR Baginda dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdako Kivlan dan Kades Lae Motong Tagok Manik dalam rangka monitoring KOTAKU program CFW di Kampong Lae Motong.

Bantuan yang diberikan melalui kegiatan CFW (Cash For Work) atau biasa disebut kegiatan Padat Karya Tunai. Kegiatan CFW merupakan bantuan tunai kepada masyarakat dalam bentuk upah tenaga kerja, yang diberikan oleh pemerintah untuk memulihkan perekonomian masyarakat di tengah Covid-19.

Eka Ariadi menjelaskan seperti kegiatan peningkatan kualitas saluran yang merupakan program KOTAKU salah satunya di Desa Lae Motong terdapat 29 titik pemeliharaan dan rehab ringan saluran drainase di kampung tersebut dengan total anggaran sekitar Rp295 juta.

“Di Kampung Lae Motong ada sekitar 29 titik kegiatan KOTAKU berupa pemeliharaan dan rehab ringan total biaya Rp295 juta,” kata Koordinator Eka Ariadi di hadapan Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang saat meninjau progres kegiatan KOTAKU di Desa Motong, Selasa, 6 Juli 2021.

Eka menjelaskan, dari total anggaran KATAKU sekitar Rp300 juta untuk masing-masing desa, 60 sampai 65 persen dari anggaran tersebut diperuntukkan untuk upah kerja dengan memberdayakan masyarakat sekitar.

“Sistem pembayaran gaji pekerja dibayar tunai setiap hari,” ucap Eka Ariadi.

Walkot Bintang diboncengin naik sepeda motor saat mengecek beberapa titik pekerjaan KOTAKU di sejumlah dusun di Kampong Lae Motong.

Di hadapan Wali Kota Affan Alfian Bintang dan pejabat PUPR Baginda, Eka Ariadi menjelaskan progres kegiatan KOTAKU yang tersebar di 8 kampong di 4 kecamatan di Kota Subulussalam sudah mencapai 70 persen ditargetkan tuntas pada akhir Juli ini

Kehadiran Affan Alfian Bintang bersama Baginda mewakili Kadis PUPR Kota Subulussalam di sana, dalam rangka monitoring kegiatan KOTAKU di Desa Lae Motong dan respon masyarakat sebagai penerima manfaat kegiatan CFW program KOTAKU.

Menurut Bintang, kegiatan KOTAKU program Presiden Jokowi sangat membantu masyarakat yang sedang kesulitan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19. Melalui kegiatan CFW program KOTAKU membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena upah kerja langsung dibayar setiap hari.

Hal ini seperti pengakuan salah seorang pekerja, Kadin Cibro (62) warga Lae Motong saat berbincang dengan Wali Kota Affan Alfian, pejabat PUPR Baginda dan Kades Lae Motong, Tagok Manik serta Koordinator KOTAKU Eka Ariadi.

“Lumayan sekali karena upah kerja langsung dikasih setiap sore setelan berhenti kerja, besoknya gitu lagi,” kata Kadin Cibro dibenarkan sejumlah pekerja lainnya di Desa Lae Motong.

Masyarakat berharap kegiatan CFW program KOTAKU bisa kembali berlanjut tahun depan, selain meningkatkan kualitas saluran di desa-desa, program ini memberikan dampak positif terhadap meningkatkan ekonomi masyarakat.[]