Program Studi Desain Komunikasi Visual ISBI Aceh menyelenggarakan Workshop dengan judul Design Class: Komik Digital secara hybrid di Laboraturium Komputer Prodi DKV dan juga Ruang Virtual (Zoom) Prodi DKV ISBI Aceh dengan metode teleconference, Rabu, 30 Maret 2022.

Hal tersebut guna mendukung kegiatan agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Acara ini diisi oleh dua pemateri, yaitu Terra Bajraghosa dan Olvyanda Ariesta.

Acara dibuka pukul 08:30 WIB oleh Asrinaldi, M.Sn selaku MC yang diawali dengan sambutan dari Koordinator Prodi DKV ISBI Aceh, Muhammad Ghifari, M.Sn.

Dalam sambutannya dia menyampaikan kepada para peserta agar menggunakan kesempatan ini untuk dapat menggali ilmu lebih mendalam dari para pemateri yang bergelut sebagai praktisi dan sering menggelar pameran serta aktif di berbagai kegiatan perlombaan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan mempersilahkan pemateri pertama yaitu Terra Bajraghosa.

Terra Bajraghosa atau yang sering juga dikenal dengan nama “Robotgoblok” berprofesi sebagai seniman (illustrator komik) sekaligus berprofesi sebagai pengajar di ISI Yogyakarta.

Topik yang disampaikan dalam workshop kali ini adalah “Kreasi Tokoh Dalam Komik”.

Pemateri pertama terdiri dari 3 sesi, pemaparan materi, praktik kreasi karakter, dan tanya jawab serta feedback.

Terra mendeskripsikan bahwa dalam tahap awal pembuatannya, motivasi penciptaan karakter harus beriringan dengan konflik, sehingga tokoh yang Digambar harus terlihat menarik dan dapat dibentuk sesuai dengan konflik cerita.

Kemudian, Terra menjelaskan tipe-tipe karakter yang terdiri atas, Archetypal Character, Naturalistic Character, dan Intermediate Character.

Materi selanjutnya dipaparkan tentang bagaimana kreasi karakter tokoh komik tidak hanya diwujudkan secara visual tetapi juga ada yang ditunjukkan secara verbal. Pemaparan materi diakhiri dengan membahas visual tokoh komik yang sekuensial dan dramatis harus memiliki 3 komponen utama, yaitu desain karakter, ekspresi, dan body language.

Setelah Terra memberikan beberapa materi, sesi berikutnya dilanjutkan dengan sesi Praktik dan tanya jawab. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa DKV sangat antusias dengan adanya workshop Design Class: Komik Digital ini.

Beberapa langsung mempraktekkan kreasi tokoh komik sesuai dengan instruksi. Dan yang lainnya ada yang berdiskusi dengan menunjukkan hasil karya yang sudah mereka ciptakan.

Setelah antusias dengan topik kreasi tokoh dalam komik, sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemateri kedua, yaitu Olvyanda Ariesta. Olvyanda Ariesta adalah seorang kreator di bidang Comic, Digital painting, dan ilustrasi. Olvyanda Ariesta saat ini juga berprofesi sebagai pengajar di ISI Padang Panjang.

Pada sesi kali ini, topik yang akan dibahas adalah teknik paneling komik. Olvyanda mengatakan, “komikus adalah sutradara, camera person, actor, dan illustrator sekaligus.” Maka dari itu kita harus mengetahui bagaimana hirarki penyusunan story telling pada komik yang baik. Teknik utama yang paling penting salah satunya adalah pengaturan 180 derajat.

Selain itu, dalam teknik paneling biasanya harus mendefinisikan bagaimana aksi ke aksi dan momen ke momen. Setelah pemaparan materi, tidak lupa Olvyanda juga berinteraksi dengan para peserta melalui praktik penciptaan kreasi ekspresi pada template yang sudah disediakan. Para peserta berkreasi membuat ekspresi dari template yang mengisahkan tentang seorang cowok diputusin oleh kekasihnya.

Dalam waktu 10 menit, para peserta mampu menghasilkan beragam interpretasi yang menarik dari ekspresi tersebut. Ada yang sedih, gembira, marah, bingung dan sebagainya. Sesi acara workshop ini ditutup dengan beberapa pengarahan dan motivasi dari pemateri terkait pengembangan ide karya serta bagaimana memasarkan karya mereka.

Acara workshop ini merupakan rangkaian kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Prodi Desain Komunikasi Visual ISBI Aceh.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa terhadap perkembangan dunia DKV terutama pada Komik Digital sehingga mahasiswa mampu menghasilkan karya desain terbaru dan mampu berprestasi di lingkup nasional.[](Rilis)