BANDA ACEH – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh melaksanakan kegiatan seminar nasional di aula Gedung A Kota Jantho, Aceh Besar, pada Senin 12 Desember 2022.
Seminar Nasional itu mengusung tema Arsitektur Interior Etnik Nusantara. Dalam berlangsungnya kegiatan ini menghadirkan dua pembicara dalam satu panel diskusi.
Kedua pembicara tersebut yaitu pembicara utama Bapak Prof. Kemas Ridwan, Ph. D, beliau adalah Guru Besar Arsitektur Universitas Indonesia dan Ibu Dr. Izziah, M.Sc, yaitu Dosen Senior Arsitektur Universitas Syiah Kuala. Kegiatan seminar ini juga dihadiri dan dibuka langsung oleh Rektor ISBI Aceh Bapak Dr. Ir. Mirza Irwansyah, MBA. MLA.
Kedua pembicara selanjutnya mengulas terminologi Interior berbasis Etnik Nusantara melalui sub-sub bahasan Arsitektur dan Interior Etnik Nusantara maupun Etnik Interioritas di Aceh. Prof Kemas membuka sesi pembahasan dengan menjelaskan tentang pemahaman interioritas dan perkembangan vernakular di Nusantara.
Setelah pembahasan Interior Etnik Nusantara oleh Prof Kemas, dilanjutkan sesi pembahasan kedua tentang Etnik Interioritas di Aceh oleh Dr. Izziah, M.Sc. Pada pemaparannya, Dr. Izziah menyampaikan bahwa penghuni yang tinggal di Rumah Aceh pada masa sekarang mengubah fungsi beberapa ruangan yang ada dan penggunaan bahan bangunan sebagian besar karena alasan praktis. Dapat disimpulkan bahwa penghuni telah menciptakan ruang hidup yang adaptif dengan kebutuhan kontemporer dan mampu membuat penghuni betah di lingkungannya.
Pada sesi diskusi dengan para peserta membahas tentang hubungan antara vernakular arsitektur dengan meningkatnya penggunaan arsitektur minimalis, di mana ini merupakan tantangan bagi para arsitek dalam mengolah desain bangunan tanpa meninggalkan prinsip dan identitas dari suatu budaya dan kearifan lokal setempat.
Seminar ini diselenggarakan dalam rangka memperkenalkan arsitektur dan interior khususnya interior etnik bagi para dosen dan mahasiswa ISBI sebagaimana yang akan menjadi bagian dari pembelajaran dan pengetahuan seni serta sebagai langkah untuk memperkuat daya minat demi pembentukan Program Studi Desain Interior khususnya etnik nusantara di Institut Seni Budaya Indonesia Aceh.
Ketua Pelaksana Aji Sofiana Putri, S. Ars, M. Arch dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan lancar seperti yang diharapkan, dan mengharapkan kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.[] (rilis)




