Sabtu, Juli 13, 2024

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...
BerandaBerita Aceh UtaraProyek Lapangan Upacara...

Proyek Lapangan Upacara Aceh Utara Tahun 2021 Dikerjakan Hingga 2022, Dananya Diblokir

LHOKSUKON – Proyek Penataan Lapangan Upacara Pusat Perkantoran Kabupaten Aceh Utara sumber dana APBK Perubahan tahun 2021 senilai Rp1,4 miliar masih dikerjakan hingga Januari 2022. Dana proyek tersebut diblokir di bank sampai pekerjaan selesai 100 persen dan pembayaran denda oleh rekanan.

Lokasi proyek di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh Utara itu berada di depan Kantor Bupati, di Landeng, Kecamatan Lhoksukon.

Data dilihat portalsatu.com pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh Utara, tender proyek tersebut dimulai awal November, dimenangkan CV Aulia Niaga beralamat di Bireuen, dan penandatanganan kontrak, 26 November 2021.

Namun, menurut sejumlah sumber, proyek tersebut masih dikerjakan di lapangan pada Januari 2022. Dana proyek itu diblokir di bank, tidak dapat ditarik oleh rekanan sampai pekerjaan selesai 100 persen.

Kadis Perkim Aceh Utara, Azmi, melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Furqan, dikonfirmasi portalsatu.com, Senin, 24 Januari 2022, mengatakan saat ini pekerjaan Penataan Lapangan Upacara Pusat Perkantoran Kabupaten Aceh Utara sudah selesai 100 persen.

Furqan menjelaskan pihaknya bersama rekanan pemenang tender menandatangani kontrak pekerjaan pada 30 November 2021. Pekerjaan penataan lapangan upacara seluas 3.962 M2 itu berupa penimbunan dan pemadatan tanah, serta pemasangan paving block 8 cm. “Delapan centimeter itu di atas standar,” tuturnya.

Menurut dia, penyelesaian pekerjaan di lapangan molor sampai Januari 2022 karena faktor hujan dan banjir yang melanda kawasan Lhoksukon pada akhir Desember 2021 hingga awal Januari 2022.

“Sampai akhir Desember 2021, rekanan telah menyelesaikan pekerjaan sekitar 85 persen. Setelah itu pemberian kesempatan kerja kepada rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan sampai 100 persen. Dan, dua hari lalu pekerjaan sudah selesai 100 persen,” kata Furqan.

Furqan membenarkan dana proyek itu diblokir di bank. “Dana diblokir agar rekanan menyelesaikan pekerjaan sampai 100 persen. Diblokir penuh, tidak ada pembayaran DP (uang muka). Dana diblokir di bank atas kesepakatan bersama (pejabat terkait di Dinas Perkim dan rekanan),” ujarnya.

“Blokir akan dibuka setelah dibayar denda. Setelah rekanan menyerahkan bukti pembayaran denda, kita minta bank buka blokir. Denda 1/1000 (satu per seribu/permil),” tambah Furqan.

Furqan menyebut masa pemeliharan proyek tersebut selama 180 hari, terhitung setelah selesai pekerjaan 100 persen sejak dua hari lalu.[](nsy)

 

Baca juga: