BLANGKEJEREN — PT Gayo Lues Mentalu Perkasa (PT GLMP) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke kas daerah sebesar Rp 159.860.345.
Direktur PT GLMP Azman Prima, Kamis 26 Nopember 2020 di ruang kerjanya mengatakan, target PAD PT GLMP sebenarnya sebesar Rp 348 juta, dan yang sudah direalisasikan baru Rp 159 Juta, sedangkan sisanya masih terus digodok dari berbagai hasil penjualan yang dilakukan Tim PT GLMP.
Azman menjelaskan, bantuan modal ahun 2019 dari Pemkab Gayo Lues sebesar Rp 500 juta digunakan untuk revitalisasi atau perbaikan stone cruser (pemecah batu) Asphal Mixing Plant (AMP) di Ketukah. “Itu kami lakukan untuk menyambut proyek multiyears, siapa tau nanti kita dapat bagian dari memecah batunya untuk membangun jalan,” katanya.
Selain memperbaiki alat pemecah batu tersebut, Azman Prima mengaku sebagian uang dari Rp 500 juta itu diperuntukan untuk perbaikan kantor, modal membeli minyak serai wangi. Hasil atau keuntungan dari penjualan minyak serai wangi itu kemudian digunakan untuk membayar gaji karyawan dan setoran PAD.
“Selain dari penjualan minyak serai wangi, sumber PAD kami yang lainya yaitu penjualan energi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Marpunge ke PLN, dan sebagian langung kami jual ke warga dengan harga Rp50 ribu untuk meteran 2 amper, dan Rp 100 ribu untuk empat amper,” jelasnya.
PT GLMP menargetkan, jikapun PAD tidak bisa dicapai 100 persen di tahun 2020 ini, capaian 60 persen diperkirakan akan mampu dibayar hingga akhir tahun 2020 nanti, sebab, sebagian keuntungan ataupun penjualan energi masih dalam proses.
“Tahun 2020 ini PT GLMP tidak ada dibantu modal oleh Pemda, namun jika tahun 2021 kami diberikan suntikan modal Rp 2 miliar saja, saya yakin PAD yang bisa kami peroleh sekitar 30 persen per tahun dari jumlah modal yang diberikan, karena kami punya target juga memberikan bantuan modal ke petani, kemudian pemasaran ditentukan PT GLM,” katanya.
Namun jika modal PT GLMP tidak disuntik oleh Pemda setempat, Azman mengaku langkah PT GLM ke depan adalah menjual aset yang tidak produktif, dan hasil penjualan akan dimasukan kedalam modal berikutnya untuk bisa menghasilkan keuntungan yang nantinya diperuntuhkan membayar gaji karyawan dan PAD.
Bagi masyarakat Gayo Lues yang ingin mengetahui seluk beluk dan program-program PTGLMP, Azman Prima mempersilahkan datang ke kantornya, pihaknya juga menerima saran dan masukan supaya perusahaan milik daerah bisa berkembang.[]



